Kolaborasi Salurkan Energi untuk Masyarakat lewat Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kolaborasi Salurkan Energi untuk Masyarakat lewat Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur Ilustrasi(Dok Istimewa )

KEMENTERIAN Koperasi (Kemenkop) RI berbareng Pertamina New & Renewable Energy (NRE) melakukan kunjungan pemantauan Pembangunan tahap pertama Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (19/6).

Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengonfirmasi bahwa perkembangan proyek PLTS KDKMP di Pulau Sembur sudah mencapai 80%. 

“Proyek PLTS berbasis daya terbarukan nan disandingkan dengan dengan program KDKMP ini telah mencapai kemajuan sekitar 80%. Kami ucapkan terima kasih atas koordinasi dan support semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur nan berupaya mewujudkan proyek ini,” ujar Nur Hidayati dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6). 

Sebagaimana diketahui, Pulau Sembur merupakan pulau mini nan berada di gugusan Pulau Galang dan hanya dapat diakses menggunakan transportasi laut sekitar 1 jam dari Batam. Selama ini masyarakat di pulau tersebut belum menikmati pasokan listrik nan memadai dan tetap mengandalkan genset berbahan bakar diesel dengan biaya operasional nan tinggi.

Pulau Sembur dipilih sebagai letak proyek berbasis daya baru dan terbarukan ini  karena memenuhi sejumlah kriteria utama pengembangan KDKMP, ialah telah mempunyai aktivitas ekonomi nan berjalan, sudah terbentuk KDKMP namun belum terhubung jaringan listrik. 

Dirinya menyampaikan bahwa pada tahap pertama ini, seluruh panel surya telah terpasang, dan sistem baterai telah sukses dikirim dan tiba di letak proyek dimana pada tahap pertama ini PLTS dibangun dengan kapabilitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai 600 kilo-watt hour (kWh). 

“Nantinya keseluruhan daya PLTS nan terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh),” terang dia.

Lebih lanjut, Nur mengungkapkan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan pengedaran listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan akomodasi pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari, nan nantinya bakal dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat. Fasilitas tersebut ditargetkan beraksi penuh pada triwulan III 2026 dan bakal menjadi bagian krusial dalam menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis daya bersih di Pulau Sembur.

”Kami berambisi PLTS KDKMP Pulau Sembur dapat menjadi contoh gimana daya terbarukan tidak hanya menghadirkan daya nan andal, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi antar koperasi," pungkas Sri.

Di kesempatan nan sama, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, menjelaskan bahwa proyek tersebut menjadi bukti nyata sinergi beragam pihak dalam menghadirkan faedah langsung bagi masyarakat. 

“Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan corak nyata kerjasama antarinstansi dalam menyalurkan daya kepada masyarakat. Kami mau memastikan masyarakat desa mendapatkan faedah ekonomi nan berkepanjangan melalui pengelolaan upaya produktif berbasis daya melalui koperasi," jelas dia.

Ia juga menegaskan bahwa kebermanfaatan proyek juga mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal dalam beragam tahapan pembangunan. Setelah beroperasi, PLTS bakal menjadi aspek produksi utama listrik dari PLTS bakal diprioritaskan untuk mengoperasikan cold storage dan pabrik es sehingga nelayan tidak lagi berjuntai pada pasokan es dari luar pulau, dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan. 

Proyek hasil kerjasama Kementerian Koperasi RI dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini merupakan proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia. Model nan dikembangkan menempatkan koperasi sebagai pengelola utama aset daya sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga faedah nan dihasilkan dapat kembali kepada personil dan penduduk desa. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia