Megi Gagas Si Keling Pusako, Solusi Masalah Kesehatan Lingkungan Masyarakat

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta -

Megi Riomandala masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan. Megi menghadirkan solusi untuk masalah kesehatan lingkungan masyarakat lewat program penemuan berjulukan Si Keling Pusako.

Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah personil Dewan Pakar datang langsung dalam rapat dan nan berhalangan datang tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.

Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 ialah Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada empat kategori penghargaan di DPD RI Awards 2026, ialah Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.

Profil Megi Riomandala

Megi Riomandala menggagas Si Keling Pusako alias Sistem Informasi Kesehatan Lingkungan Puskesmas Semelako di Kabupaten Lebong, Bengkulu. Si Keling Pusako merupakan program digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan dari Puskesmas Semelako.

Inovasi ini lahir dari pengalaman dan kepedulian Megi terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat di wilayah Puskesmas Semelako. Program ini digagas dan digerakkan Megi sejak tahun 2022.

Perjalanan penemuan Megi dimulai tahun 2016 saat berasosiasi dalam Program Nusantara Sehat di Papua Barat. Di tengah keterbatasan, Megi mengembangkan beragam penemuan seperti sarana cuci tangan dari peralatan bekas, insinerator puskesmas, teknologi jamban pesisir, serta pemberdayaan masyarakat untuk membangun jamban secara mandiri.

Saat bekerja di Puskesmas Semelako tahun 2019, Megi mengembangkan PETISI alias Pemetaan Sanitasi. Program PETISI bermaksud untuk menjawab persoalan masyarakat nan tinggal di sepanjang aliran sungai dan tetap melakukan buang air besar di sungai.

Kemudian penemuan PETISI berkembang menjadi Si Keling Pusako pada tahun 2022. Si Keling Pusako merupakan sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan nan terus dikembangkan hingga sekarang.

Program penemuan Si Keling Pusako disebut berakibat nyata. Menurut keterangan Megi, desa nan open defecation free (ODF) alias stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

Sebanyak 1.942 rumah telah terdata, terpetakan dan mendapatkan pelayanan kesehatan lingkungan. Selain itu, sebanyak 284 rumah di 5 desa memperoleh support pembangunan jamban dari Dinas PUPR Kabupaten Lebong.

Melalui penemuan Si Keling Pusako mengantarkan laki-laki kelahiran Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, itu meraih beragam penghargaan tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional dan menjadi presenter Leimena Conference 2026.

Bagi Megi, Si Keling Pusako membuktikan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi penemuan dan penemuan dapat menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

(fas/knv)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑