Panitia soal Kambing Disembelih di Karnaval Tema Satanis Pekalongan: Buat Makan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo

Panitia Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 merespons tindakan penyembelihan kambing oleh salah satu tim saat aktivitas karnaval. Aksi tersebut ramai di media sosial dan dikaitkan dengan ritual satanis.

Ketua Panitia SKNC 2026, Mahsun, menjelaskan kambing tersebut disembelih untuk keperluan makan berbareng setelah acara, bukan sebagai bagian dari ritual tertentu.

"Kambingnya itu disembelih kan memang untuk aktivitas makan-makan setelah acara," ujar Mahsun, Senin (14/9).

Ia membantah dugaan bahwa kambing tersebut sengaja disembelih sebagai tumbal.

"Bukan (buat tumbal), buat makan setelah acara," jelasnya.

Mahsun juga menjelaskan soal kepala kambing nan dibawa dan ditunjukkan oleh salah satu peserta karnaval. Menurut dia, kepala tersebut bukan bagian dari kambing nan disembelih di tengah acara.

"Kita membawa kepala sendiri. Itu ditunjukkan bahwa seakan-akan kepala milik kambing itu. Padahal kan bukan," jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh peserta karnaval merupakan penduduk Simbang Kulon, termasuk para pemuda dan perwakilan remaja dari masing-masing musala.

"Peserta karnaval itu kan dari penduduk Simbang Kulon sendiri, dari pemuda-pemuda se-Kelurahan Simbang Kulon. Perwakilan remaja-remaja masing-masing musala," ungkapnya.

Mahsun mengatakan setiap kontingen memang menampilkan tema dan konsep nan berbeda dalam karnaval. Ia menduga golongan nan penampilannya ramai dikaitkan dengan ritual satanis tidak menyadari adanya kemiripan tersebut.

"Lah kostum itu memang kostumnya semacam itu. Tapi itu temanya apa, dari pihak nan berkepentingan itu kan enggak ada tahu jika itu temanya satanis, temanya apa," kata Mahsun.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan