Panen Jagung Mei-Juli 2026 Diramal Bakal Turun

Sedang Trending 1 hari yang lalu

‎Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan berasas hasil pengamatan survei KSA di bulan April 2026, luas panen jagung pipilan pada April 2026 mencapai 0,24 juta hektare alias lebih tinggi dibandingkan April 2025 nan seluas 0,23 juta hektare.

‎Sementara potensi luas panen jagung pipilan pada Mei hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 0,65 juta hektare alias turun sebesar 4,71% dibandingkan dengan periode nan sama tahun sebelumnya.

‎"Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 1,69 juta hektare alias mengalami penurunan sebesar 0,06 juta hektare alias turun 3,55% dibandingkan dengan periode nan sama tahun lalu," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Pudji Ismartini di Kantor BPS, Jakarta pada Selasa (2/6/2026).

‎Pudji mengatakan bahwa nomor potensi tetap dapat berubah berjuntai pada kondisi terkini hasil kajian lapangan kelak seperti serangan (benih)penyakit alias organisme pengganggu tanaman, kemudian banjir, kekeringan, dan juga waktu penyelenggaraan panen oleh petani.

‎Sejalan dengan gambaran luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada April 2026 mencapai 1,38 juta ton, ini lebih tinggi 8,15% dibandingkan April 2025 nan sebesar 1,27 juta ton.

‎Sementara potensi produksi jagung pipilan kering pada kadar air 14 persen di Mei hingga Juli 2026 diperkirakan sebesar 3,74 juta ton alias mengalami penurunan sebesar 0,28 juta ton alias 7,02% dibandingkan dengan periode nan sama tahun lalu.

‎BPS memperkirakan produksi jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14%) sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 9,75 juta ton, alias turun 2,85 dibandingkan periode nan sama tahun 2025.

‎"Sehingga dengan demikian, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 9,75 juta ton alias mengalami penurunan sebesar 0,28 juta ton alias 2,81 persen dibandingkan dengan Januari hingga Juli 2025," ujarnya.

(ras/mij)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News