Panduan Lengkap Puasa Muharam: Tata Cara, Hukum, dan Keutamaan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Tata Cara, Hukum, dan Keutamaan Ilustrasi.(Magnific)

BULAN Muharam merupakan momentum spesial bagi umat Islam untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan kebaikan saleh. Salah satu ibadah nan sangat dianjurkan adalah melaksanakan puasa sunah. Puasa Muharam mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam membuka lembaran tahun baru secara lebih baik dan religius.

Hukum Puasa Muharram

Puasa Muharam adalah puasa nan dilakukan pada bulan Muharam, bulan pertama dalam almanak Hijriah. Hukum melaksanakan puasa ini adalah sunah. Bahkan, puasa di bulan ini mempunyai kedudukan nan sangat mulia, melampaui puasa di bulan Sya’ban nan juga sering dipuasai oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Muslim:

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, 'Puasa nan paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharam, dan salat nan paling utama setelah salat fardu adalah salat malam.'" (HR Muslim).

Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa sabda ini merupakan dalil nan sangat jelas (sharîh) bahwa Muharam adalah bulan paling utama untuk berpuasa setelah bulan suci Ramadan.

Waktu-Waktu Utama Puasa Muharam

Pada dasarnya, semakin banyak berpuasa di bulan Muharam, semakin baik. Namun, terdapat hari-hari nan lebih ditekankan oleh para ustadz berasas riwayat hadits, yaitu:

  • 10 Hari Pertama Muharam: Sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa.
  • Puasa Tasu'a (9 Muharam): Sebagai pelengkap dan pembeda dengan umat lain.
  • Puasa 'Asyura (10 Muharam): Hari nan paling utama di bulan Muharram.
  • Puasa 11 Muharam: Dianjurkan untuk menyertai puasa Asyura.

5 Keutamaan Puasa Muharam

Berdasarkan dalil-dalil sahih, berikut lima keistimewaan besar bagi mereka nan menjalankan puasa Muharam:

  1. Puasa Paling Utama: Menjadi ibadah puasa terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadan.
  2. Bagian dari Bulan Mulia: Muharam termasuk dalam al-Asyhurul Hurum (bulan-bulan nan dimuliakan Allah), ialah saat kebaikan ibadah dilipatgandakan pahalanya.
  3. Pahala Berlipat Ganda: Dalam satu riwayat disebutkan bahwa puasa sehari di bulan Muharam pahalanya setara dengan puasa 30 hari.
  4. Pelebur Dosa Setahun: Khusus puasa hari Asyura (10 Muharam), Allah menjanjikan pemaafan dosa setahun nan telah lalu.
  5. Pembeda dengan Umat Lain: Melaksanakan puasa Tasu'a (9 Muharam) dan tanggal 11 Muharam bermaksud membedakan ritual umat Islam dengan umat Yahudi nan juga menghormati hari Asyura.

Tata Cara dan Niat Puasa Muharam

Secara teknis, puasa Muharam dilakukan sama seperti puasa pada umumnya, ialah menahan diri dari hal-hal nan membatalkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Berikut pedoman niatnya:

1. Niat Puasa Muharam (Umum)

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Muharram lantaran Allah ta’âlâ.”

2. Niat Puasa Tasu’a (9 Muharam)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a lantaran Allah ta’âlâ.”

3. Niat Puasa Asyura (10 Muharam)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa Asyura lantaran Allah ta’âlâ.”

Catatan: Niat puasa sunah dapat dilakukan di dalam hati sejak malam hari hingga siang hari sebelum waktu Zuhur, asalkan belum melakukan perihal nan membatalkan puasa sejak subuh.

Adab Menjalankan Puasa

Agar ibadah puasa mendapatkan pahala nan sempurna, perhatikan hal-hal berikut:

  • Makan Sahur: Disunnahkan makan sahur menjelang waktu subuh.
  • Menjaga Lisan dan Perbuatan: Hindari berbicara kotor, menggunjing, alias perbuatan dosa lainnya agar tidak hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja.
  • Menyegerakan Berbuka: Segera membatalkan puasa saat waktu Maghrib tiba.

Dengan memahami norma dan keutamaannya, semoga kita diberikan kekuatan untuk menghidupkan sunah di bulan Muharam ini sebagai corak ketaatan kepada Allah SWT. 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia