Membeli motor listrik jejak butuh perhatian unik dibanding motor berbahan bakar bensin. Pasalnya, komponen paling vital sekaligus paling mahal pada kendaraan listrik berada pada baterainya.
Seiring nilai motor listrik baru nan tetap relatif tinggi, minat terhadap unit jejak pun mulai meningkat. Namun, konsumen diingatkan untuk lebih jeli sebelum membeli agar tidak salah pilih.
“Cara pilih motor listrik jejak itu dari baterainya dulu. Karena nyawanya motor itu kan baterai,” buka Penggawa Dablong.EV Adi kepada kumparan, Minggu (14/6/2026).
Menurut Adi, kondisi baterai menjadi parameter utama nan kudu diperiksa calon pembeli. Beruntungnya, pengecekan awal dapat dilakukan tanpa perangkat khusus, cukup dengan mencoba langsung motor nan hendak dibeli.
Ia menjelaskan, percepatan dan kestabilan daya bisa menjadi petunjuk untuk mengetahui kondisi baterai. Salah satu langkah sederhananya adalah dengan menguji motor saat digunakan.
“Kita gampangnya dibawa muter aja, digas aja, kenceng dia turun nggak voltage-nya dari 100 persen. Itu nan pertama,” jelasnya.
Selain baterai, komponen lain nan perlu diperhatikan adalah dinamo alias motor penggerak listrik. Kondisi komponen ini dapat dirasakan dari putaran roda saat kendaraan digunakan.
“Kedua, ada dari dinamo, itu misalkan kita puter nih, dia udah seret nggak gitu. Nah, kilometer juga ngaruh. Kilometer itu jika motor-motornya tinggi, kilometernya tinggi itu berfaedah sama dengan mesin capek,” katanya.
Menurut Adi, nomor odometer nan tinggi juga patut menjadi perhatian. Sebab, motor dengan jarak tempuh besar umumnya telah digunakan secara intensif sehingga kondisi komponen utama berpotensi tidak lagi optimal.
Karena itu, dia menyarankan calon pembeli untuk lebih berhati-hati terhadap unit nan mempunyai riwayat penggunaan berat, termasuk motor nan sebelumnya digunakan sebagai armada ojek online.
“Misalkan kilometer tinggi itu bekas-bekas ojol, nah itu enggak usah dibeli lah jika buat pribadi. Karena udah pasti motor capek,” ujarnya.
Adi menambahkan, secara umum hanya ada dua komponen utama nan perlu menjadi konsentrasi pemeriksaan pada motor listrik bekas, ialah baterai dan sistem penggerak listrik alias BLDC.
Selain itu, kondisi bodi juga perlu dicek secara teliti. Pasalnya, kesiapan suku cadang bodi untuk sejumlah motor listrik di Indonesia tetap belum sebanyak motor konvensional.
Karena itu, sebelum memutuskan membeli motor listrik bekas, konsumen disarankan tidak hanya tergiur nilai murah. Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi baterai, dinamo, riwayat penggunaan, serta kelengkapan bodi tetap diperlukan agar kendaraan nan dibeli tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
“Sama kondisi bodi dilihat, soalnya di motor listrik ini kan agak susah part bodinya. Beda sama motor bensin jika bodi ada nan pecah bisa diganti,” tutupnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·