Pamong SMA Taruna Nusantara Mulai Berdatangan ke IKN, Siap Sambut 477 Siswa

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pamong SMA Taruna IKN.

SMA Taruna Nusantara (TN) Kampus Ibu Kota Nusantara (IKN) bersiap menyambut tahun aliran 2026/2027. Para pamong SMA Taruna Nusantara IKN telah tiba di Nusantara sejak Minggu (21/6).

kedatangan mereka sebagai bagian dari persiapan operasional sekolah nan bakal segera diisi oleh siswa dari beragam wilayah di Indonesia. Di lingkungan SMA Taruna Nusantara, istilah pamong digunakan untuk menyebut tenaga pendidik, pengasuh, dan personel pendukung nan berkedudukan dalam proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta operasional sekolah berasrama.

Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, mengatakan kehadiran para pamong menjadi tahapan krusial dalam mempersiapkan aktivitas pendidikan di kampus baru di IKN.

“Pamong manajemen sudah tiba di IKN. Sebagian datang melalui jalur udara sejak 21 Juni, sementara nan menggunakan jalur laut berbareng material, kendaraan operasional dan perlengkapan sekolah tiba sehari kemudian. Saat ini, seluruh pamong manajemen sudah berada di IKN,” ujar Rudi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (23/6).

Menurut Rudi, para pamong manajemen merupakan personel nan bekerja mendukung operasional sekolah, sedangkan pamong pengajar dan pengasuh bertanggung jawab pada proses pembelajaran dan pembinaan siswa.

Saat ini, SMA Taruna Nusantara IKN mempunyai 37 pamong pengajar dan pengasuh serta 72 pamong administrasi. Jumlah tersebut bakal terus disesuaikan seiring bertambahnya jumlah siswa dan perkembangan sekolah pada tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, para pamong pengajar dan pengasuh tetap menjalani pembekalan dan training di Magelang. Mereka dijadwalkan berasosiasi di IKN pada 25 Juni 2026 setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan.

Pamong SMA Taruna IKN.

Sambut 477 Siswa Baru di IKN

Selain mempersiapkan sumber daya manusia, SMA Taruna Nusantara IKN juga tengah bersiap menyambut kehadiran 477 siswa nan bakal menempuh pendidikan pada tahun aliran baru.

Sebanyak 237 siswa nan bakal naik ke kelas XI dijadwalkan tiba di IKN pada 9 Juli 2026. Mereka merupakan angkatan pertama SMA Taruna Nusantara IKN nan selama ini menjalani pendidikan di SMA Taruna Nusantara Magelang lantaran kampus IKN tetap dalam tahap pembangunan.

Sementara itu, sebanyak 240 siswa baru kelas X bakal terlebih dulu mengikuti Pendidikan Dasar Kedisiplinan (PDK) di Magelang selama tiga bulan. Setelah menyelesaikan program tersebut, mereka direncanakan berasosiasi di kampus IKN pada awal Oktober 2026.

“Ketika sekolah ini mulai menerima siswa, bangunannya tetap dalam proses pembangunan sehingga para siswa menjalani pendidikan terlebih dulu di Magelang. Tahun ini mereka bakal naik ke kelas XI dan mulai menempati kampus di IKN,” kata Rudi.

Sebagai sekolah berasrama nan menerapkan sistem danasiwa penuh, SMA Taruna Nusantara terus menjadi salah satu sekolah nan diminati pelajar dari seluruh Indonesia. Seluruh siswa nan diterima mendapatkan akomodasi pendidikan dan pembinaan tanpa dipungut biaya sehingga proses seleksi dilakukan secara ketat untuk menjaring putra-putri terbaik bangsa dari seluruh provinsi.

Rudi menjelaskan, pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama nan telah selesai 100 persen difokuskan pada penyediaan akomodasi utama pendidikan, seperti ruang kelas, laboratorium, Main Hall (gedung kantor), serta Graha (asrama) siswa dan siswi.

Fasilitas tersebut diprioritaskan terutama untuk mendukung kebutuhan dua angkatan siswa nan bakal menempati kampus pada tahun ini.

“Karena saat ini sekolah baru bakal menampung dua angkatan, akomodasi nan ada kami maksimalkan terlebih dulu untuk mendukung proses belajar mengajar,” ujarnya.

Setelah tahap pertama rampung pada Maret 2026, pembangunan dilanjutkan ke tahap kedua nan saat ini tetap berlangsung. Tahap ini berfokus pada pembangunan rumah dinas kepala sekolah dan para pamong, graha putra, lapangan upacara, poliklinik, laundry, kandang mobil mobil & tempat pembuangan sampah.

“Pembangunan tahap kedua kami targetkan selesai sekitar Oktober alias November tahun ini,” kata Rudi.

Selanjutnya, tahap ketiga bakal difokuskan pada pembangunan beragam akomodasi penunjang nan mendukung pembentukan karakter, kebugaran, dan prestasi siswa. Pembangunan nan direncanakan antara lain Balairung Pancasila, Sport Center (pusat olahraga terpadu) yg meliputi lapangan sepakbola dengan lintasan atletik, kolam renang, lapangan voli, lapangan tenis, akomodasi olahraga dalam ruangan (Indoor) yg didalamnya ada lapangan basket, bulu tangkis & gym serta pembanganan sarana ibadah (Mesjid & Gereja).

“Kami mengupayakan seluruh pembangunan SMA Taruna Nusantara IKN dapat selesai pada tahun 2027,” ujarnya.

SMA Taruna Nusantara IKN merupakan salah satu dari tiga kampus baru SMA Taruna Nusantara nan dibangun di luar pulau Jawa. Selain di IKN, kampus baru juga dibangun di Langowan (Sulawesi Utara) dan Pagar Alam (Sumatera Selatan) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berbobot bagi generasi muda Indonesia.

Rudi menegaskan, seluruh kampus SMA Taruna Nusantara menerapkan kurikulum, sistem pendidikan dan standar pembinaan nan sama. Seluruh siswa juga memperoleh danasiwa penuh selama menempuh pendidikan.

“Tujuan jangka panjang SMA Taruna Nusantara adalah mencetak calon-calon pemimpin bangsa terutama dalam menghadapi Indonesia Emas pada tahun 2045. Karena itu kami menjaring siswa terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk dididik bersama,” ujarnya.

Terkait kesempatan bagi pelajar Kalimantan Timur, Rudi menjelaskan proses seleksi dilakukan secara sama bagi seluruh peserta dari beragam wilayah tanpa jalur unik maupun kuota tertentu.

Meski demikian, keberadaan SMA Taruna Nusantara di IKN diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi para pelajar di Kalimantan Timur untuk memperoleh info dan pembinaan dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi.

“Yang bisa kami lakukan adalah membantu menyiapkan mereka, baik dari sisi akademik, fisik, maupun psikologis. Namun pada akhirnya nan menentukan adalah hasil seleksi nan mereka capai sesuai dengan kemampuannya,” pungkasnya.

instagram embed

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan kehadiran SMA Taruna Nusantara semakin melengkapi ekosistem Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Menurutnya, pembangunan kampus SMA Taruna Nusantara di IKN merupakan corak kepercayaan nan sangat tinggi dari salah satu lembaga pendidikan unggulan nasional untuk menghadirkan sarana dan prasarana pendidikan berbobot di Nusantara.

“Keberadaan SMA Taruna Nusantara sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan menegaskan pentingnya sekolah unggulan dalam menyiapkan kader-kader bangsa nan berbudi pekerti kuat, berintegritas, dan berbudi pekerti patriotik,” ujar Troy.

Troy menambahkan, dalam sambutan Presiden saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Jawa Timur, pada 13 Januari 2026, Presiden Prabowo menekankan peran strategis sekolah unggulan dalam mencetak generasi penerus bangsa nan siap memimpin Indonesia di masa depan.

“Kita mau menanamkan akhlak, kita mau menanamkan kepribadian nan baik, nan bersih menjadi pemimpin-pemimpin nan jujur, pemimpin-pemimpin nan tidak bakal korupsi, pemimpin-pemimpin nan bakal melakukan nan terbaik untuk rakyat dan bangsanya,” ucap Presiden pada Selasa (13/01/2026).

Kehadiran SMA Taruna Nusantara di IKN juga diharapkan membuka kesempatan kerjasama nan lebih luas antara pemerintah, bumi pendidikan, bumi usaha, dan beragam pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut bakal semakin memperkuat posisi IKN sebagai kota nan unggul di bagian pendidikan, sekaligus mendorong pengembangan sektor-sektor strategis lainnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan