Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026(Istimewa)
PERTUMBUHAN industri makanan dan minuman menunjukkan keahlian positif, seiring dengan perubahan pola konsumsi masyarakat nan semakin kritis dalam memilih produk. Konsumen sekarang semakin memperhatikan aspek kesehatan, kandungan gizi, kualitas bahan baku, serta keberlanjutan, mendorong industri untuk terus beradaptasi dan menghadirkan produk serta solusi nan menjawab kebutuhan tersebut. Oleh lantaran itu, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 kembali datang di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta. Memasuki jenis ke-30, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 datang dengan skala nan lebih besar dan mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”.
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor strategis nan terus menunjukkan keahlian positif dalam pertumbuhan industri nasional. Menurut info Kementerian Perindustrian, pada Semester I 2026, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,77% dan memberikan kontribusi sebesar 41,86% terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
“Capaian menunjukkan industri makanan dan minuman mempunyai peran krusial dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan juga mempunyai potensi besar untuk terus dikembangkan dan meningkatkan daya saing. Untuk mendorong pertumbuhan tersebut, inovasi, dan kerjasama di sepanjang rantai industri semakin krusial untuk dilakukan,” kata Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza.
Faisol menegaskan bahwa kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia sebagai platform untuk mengakses penemuan bahan baku dan teknologi sekaligus mempertemukan pelaku industri dan pemangku kepentingan dapat membuka kesempatan kerjasama dan mendukung pengembangan industri makanan dan minuman agar semakin inovatif, kompetitif, dan bisa menjawab kebutuhan pasar nan terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, mengatakan bahwa pihaknya memandang kebutuhan industri saat ini bukan hanya pada akses terhadap bahan baku, tetapi juga info mengenai perkembangan pasar, teknologi, dan kesempatan bisnis.
“Pelaku industri perlu aktif mencari mitra, memahami perkembangan terbaru, dan memandang solusi nan dapat mendukung pengembangan usahanya. Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 menjadi one-stop destination bagi pelaku industri untuk berjumpa dengan pemasok, calon mitra bisnis, serta memandang langsung beragam penemuan dan perkembangan nan dapat menjawab kebutuhan industri,” terang dia.
Sejalan dengan perihal tersebut Direktur South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center LRI-FGKH IPB Dr. Puspo Edi Giriwono menyampaikan bahwa dari sisi akademisi dan riset, tantangannya adalah gimana pengetahuan dan hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di industri.
“Hal ini memerlukan komunikasi nan lebih dekat antara peneliti dan pelaku industri agar kebutuhan di lapangan dapat menjadi bagian dari arah pengembangan riset, sementara hasil riset dapat diterjemahkan menjadi solusi nan aplikatif. Kehadiran Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 dapat mendukung proses tersebut dengan membuka ruang bagi akademisi dan industri untuk berganti pengetahuan, memahami kebutuhan satu sama lain, serta mengeksplorasi kesempatan kolaborasi,” paparnya.
Memasuki jenis ke-30, Fi Asia Indonesia 2026 datang lebih besar dengan menempati 11 halls, menghadirkan lebih dari 700 exhibitors dan lebih dari 10 country pavilions. Pameran ini memberikan akses bagi pelaku industri Indonesia terhadap beragam penemuan bahan pangan, teknologi, dan kesempatan upaya dari pasar global.
Regional Portfolio Director ASEAN, Informa Markets, Rose Chitanuwat, mengungkapkan bahwa, Fi Asia Indonesia merupakan satu-satunya pameran bahan baku pangan terbesar nan menghadirkan beragam penyedia dari seluruh dunia.
“Kali ini kami datang dengan skala nan lebih besar untuk menjawab kebutuhan industri makanan dan minuman. Ini merupakan arena nan tidak hanya mempertemukan supplier dan buyers, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan kerjasama untuk menjawab perkembangan industri makanan dan minuman di masa depan,” tutur dia.
Fi Asia Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah special features, termasuk Innovation Zone & Tour, Sensory Box, Beverage Hub, Halal Coaching, dan A-to-C (Academic to Commercial). Berbagai program ini memberikan kesempatan bagi visitor untuk mengeksplorasi inovasi, memahami perkembangan teknologi dan tren industri, serta menemukan potensi solusi untuk pengembangan produk pangan. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·