Kondisi Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilaporkan sudah kembali normal sekitar tiga jam setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah tersebut pada Selasa (16/6).
Masyarakat disebut sudah kembali beraktivitas seperti biasa dan situasi di sejumlah titik terpantau aman.
Kepala SAR Palu, Muh Rizal, mengatakan kepanikan sempat terjadi sesaat setelah gempa. Namun, kondisi sekarang berangsur pulih.
“Iya, untuk situasi di Palu tiga jam pasca gempa ini alhamdulillah sudah relatif aman. Situasi sudah normal dan masyarakat sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata Rizal kepada wartawan, Selasa (16/6).
Gempa berkekuatan M 6,7 sebelumnya mengguncang Palu dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan info BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami lantaran pusat gempa berada di daratan.
Rizal mengatakan, tim campuran telah melakukan pengecekan terhadap sejumlah laporan kerusakan nan beredar di media sosial. Salah satunya di Auditorium Universitas Tadulako nan mengalami kerusakan, namun dipastikan tidak menimbulkan korban.
Selain itu, sebuah kafe di Jalan Kartini juga dilaporkan roboh. Menurut Rizal, kejadian tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Sementara di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, terdapat rumah roboh nan mengakibatkan dua orang mengalami patah tulang dan telah dirujuk ke rumah sakit daerah.
“Untuk saat ini tidak ada korban jiwa,” ujar Rizal.
Sementara itu, Rizal juga memastikan situasi di SPBU tetap normal, sudah tidak ada lg antrean nan mengular.
“Enggak ada, enggak ada. Jadi situasi SPBU pun relatif normal ini, enggak ada antrean, normal seperti biasa,” ucap dia.
Kepanikan juga sempat terjadi di rumah sakit saat gempa terjadi sekitar pukul 11.27 WITA. Menurut Rizal, pasien sempat keluar ruangan untuk menyelamatkan diri, namun sekarang sudah kembali menjalani perawatan.
“Mungkin pada saat gempa jam 11:27 tadi itu semua pada panik, semua keluar, namun saat ini semua sudah kembali ke ruang perawatan masing-masing,” kata Rizal.
Ia menambahkan, hingga sekarang belum ada laporan rumah sakit nan mengalami kerusakan akibat gempa. Meski begitu, Basarnas berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap menyiapkan tenda sebagai langkah antisipasi jika terjadi gempa susulan.
“Namun kami dari Basarnas dan teman-teman Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi tetap membikin tenda untuk pengungsian antisipasi kemungkinan adanya gempa susulan, sehingga tenda ini bisa dimanfaatkan oleh pasien untuk berlindung sementara,” tutur dia.
Rizal juga memastikan sampai saat ini belum ada penduduk nan mengungsi. Tenda nan disiapkan hanya berkarakter antisipatif.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·