Pakar Sebut Insentif Jadi Kunci Transisi ke Kendaraan Listrik

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Pakar Sebut Insentif Jadi Kunci Transisi ke Kendaraan Listrik

Pakar Sebut Insentif Jadi Kunci Transisi ke Kendaraan Listrik (Okezone/Erha A Ramadhoni)

JAKARTA - Industri otomotif Indonesia saat ini tengah menghadapi ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik. Hal ini dinilai dapat berpengaruh terhadap transisi ke kendaraan listrik. 

1. Ketidakpastian Insentif

Diketahui, pemerintah memberikan insentif untuk mobil listrik impor dalam dua tahun terakhir. Kendaraan nan dikirim utuh dari luar negeri itu tak dibebani pajak bea masuk dan sejumlah instrumen pajak lainnya.

Insentif juga diberikan untuk para produsen nan sudah mempunyai pabrik di Indonesia dan juga memproduksi mobil listrik. Pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk kendaraan listrik nan memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen.

Memasuki awal 2026, ketidakpastian mengenai kelanjutan insentif kendaraan listrik semakin mendorong sikap wait and see di kalangan pelaku industri. Ini termasuk bagi produsen EV, dalam mengembangkan dan memperluas portofolio produknya di Indonesia. 

Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kepercayaan industri terhadap prospek pasar, tetapi juga berpotensi menghalang optimisme terhadap pencapaian sasaran pemerintah menuju emisi nol bersih melalui percepatan mengambil kendaraan listrik.

Pakar ekonomi Josua Pardede menilai, kondisi industri otomotif saat ini menghadirkan tantangan nan semakin kompleks dan menekan laju pertumbuhan. Pergeseran struktural dari kendaraan bermesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik menuntut investasi modal nan besar, penyesuaian rantai pasok, serta kesiapan prasarana pendukung nan lebih merata. 

Karena itu, dia menekankan pentingnya kepastian izin dan kesinambungan kebijakan guna menjaga kepercayaan penanammodal sekaligus menopang daya beli konsumen.

“Tahun ini bakal menjadi fase nan menantang bagi industri otomotif, terutama jika kepastian insentif dan kebijakan fiskal belum sepenuhnya jelas," kata Josua Pardede saat obrolan di arena IIMS 2026, dikutip pada Minggu (8/2/2026). 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com