Pakar ITB Respons Isu Galon Polikarbonat terkait Kesehatan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Pakar ITB Respons Isu Galon Polikarbonat mengenai Kesehatan Ilustrasi.(Magnific)

GURU Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Johnner Sitompul mengingatkan, hingga sekarang belum ada bukti klinis nan secara langsung mengaitkan paparan bisphenol A (BPA) dari galon polikarbonat dengan gangguan hormon, reproduksi, dan kanker pada manusia. Terlebih lagi BPOM sendiri belum pernah melakukan kajian mengenai perihal tersebut. 

Masyarakat perlu kritis membedakan BPA sebagai senyawa nan berdiri sendiri dengan BPA sebagai unsur pembentuk kemasan. BPA sebagai bahan pencampur plastik polikarbonat sangat susah terlepas dari ikatan plastiknya, sehingga mini kemungkinan migrasi, apalagi dalam suhu normal. 

Polikarbonat adalah bahan bungkusan nan tahan panas, sehingga digunakan sebagai bungkusan guna ulang nan lebih ramah lingkungan. "Riset itu (bahaya galon PC) belum terlihat. nan banyak itu akibat BPA terhadap bayi, terhadap kelenjar-kelenjar alias hormon terhadap obesitas BPA-nya ya, bukan polikarbonatnya," kata Johnner Sitompul dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7).

Guru Besar Jebolan University of Wales itu menjelaskan bahwa BPA merupakan unsur pembentuk nan berubah corak saat menjadi polikarbonat. Dia melanjutkan, belum ada penelitian nan membuktikan polikarbonat dalam corak galon nan dapat terurai kembali menjadi BPA saat bergesekan dengan air.

Dia mengatakan, penelitian nan selama ini banyak berkembang justru tetap berfokus pada BPA sebagai senyawa tersendiri, bukan pada galon polikarbonat nan digunakan sebagai wadah air minum. Padahal, sambung dia, senyawa pembentuk (monomer) nan tergabung dalam polikarbonat berubah dan mempunyai karakter nan jauh lebih stabil.

Dia berpendapat, diperlukan penelitian nan secara unik nan menguji apakah BPA dalam polikarbonat dapat beranjak ke dalam air dalam kondisi penggunaan nyata. Menurutnya, hasil penelitian tersebut kelak dapat menjadi rujukan ilmiah nan objektif. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia