Rekayasa Akuntan di Jakbar: Laptop Dibegal demi Bebas Cicilan

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Jakarta -

Seorang akuntan inisial AC kudu berurusan dengan pihak kepolisian gegara melakukan rekayasa. Ia mengarang cerita dibegal di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar), demi terbebas dari angsuran laptop.

Dirangkum detikcom, Minggu (26/7/2026), Kasus bermulai saat AC datang ke instansi polisi dan membikin laporan pada tanggal 22 Juli 2026. AC saat itu menjelaskan kepada polisi bahwa dirinya telah dibegal di Jalan Kampung Malang, Cengkareng Barat.

Dalam laporannya itu, AC menyebut tasnya nan berisi duit tunai Rp 1 juta dan laptop Lenovo Legion dirampas begal. AC mengaku mengalami kerugian senilai total Rp 27,3 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam laporan tersebut, dia juga mengaku mengalami luka tusuk di lengan kiri akibat perlawanan terhadap pelaku," kata Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben.

Unit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat kemudian turun melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengambilan keterangan saksi-saksi dan pelapor (AC), hingga mengumpulkan perangkat bukti lainnya. Namun, dari penyelidikan itu pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan hingga akhirnya terungkap kebenaran bahwa AC membikin laporan palsu.

Setelah tim melakukan penyelidikan secara mendalam, rupanya kejadian tersebut hanya karangan AC semata. Belakangan diketahui bahwa laptop nan diklaim AC dirampas pemalak itu rupanya sedang diperbaiki di pusat servis Mangga Dua.

Pengakuan AC bahwa tangannya terluka saat melawan pemalak juga terbantahkan. Belakangan terkuak bahwa AC sengaja melukai dirinya sendiri dengan gunting di bilik mandi demi meyakinkan polisi bahwa dirinya dibegal.

Motif Demi Bebas Cicilan Laptop

Ruben membeberkan bahwa AC merekayasa kasus demi terbebas dari angsuran laptop. Dasar laporan polisi, kata dia, bakal dipakai untuk mengusulkan klaim ke pihak pembiayaan.

"Laptop tersebut berbobot sekitar Rp 27,3 juta dan baru dibayar sekitar lima kali angsuran. Dengan dasar laporan polisi bahwa dirinya menjadi korban begal, pelapor bermaksud mengusulkan klaim kepada pihak pembiayaan agar angsuran laptop tersebut dapat dihentikan," kata Kanit Resmob Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP George Ruben AY, dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Dalam pemeriksaan di instansi polisi, AC mengakui dirinya telah merekayasa soal pemalak tersebut lantaran merasa terbebani dengan angsuran laptop tersebut.

"Motif utamanya adalah agar memperoleh klaim asuransi sehingga tidak lagi terbebani angsuran laptop," ucapnya.

Kejanggalan Laporan

Rekayasa AC ini terungkap setelah polisi mencium sejumlah kejanggalan. Pertama, soal laptop nan diklaimnya raib dirampas pemalak itu rupanya ada di pusat servis.

"Laptop tersebut rupanya tidak pernah dirampas, melainkan sedang berada di pusat servis di area Mangga Dua untuk menjalani proses perbaikan," kata Ruben.

Fakta tersebut diperkuat dengan arsip penerimaan servis dan bukti pembelian nan sukses diverifikasi oleh penyidik.

AC Minta Maaf

AC lampau mendatangi Polres Metro Jakarta Barat demi mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia meminta maaf setelah rekayasanya terbongkar polisi.

Ia menyampaikan permintaan maaf lewat video nan diambil di instansi polisi. Sebelum minta maaf, AC, nan mengenakan kaus warna cokelat bertulisan 'The Jogja', menyampaikan penjelasan di instansi polisi.

"Saya memohon maaf kepada tim Kepolisian Republik Indonesia, tim Polsek Cengkareng, dan Polres Jakarta Barat atas laporan tiruan saya mengenai dengan peralatan saya nan dijambret alias dibegal," kata AC.

AC menyampaikan dirinya nekat membikin laporan tiruan di kepolisian lantaran mau menyatakan asuransi agar dia terbebas dari angsuran laptop tersebut. Diketahui, AC mencicil laptop Lenovo Legion senilai Rp 27,3 juta dan baru bayar angsuran selama 5 kali angsuran.

"Motif saya melakukan itu, lantaran saya mau klaim asuransi dan menghentikan cicilan, itu semua disebabkan lantaran ekonomi," ucapnya.

AC menyadari laporan nan dibuatnya itu berasas keterangan palsu. Dia menyatakan bakal mencabut laporan tersebut.

"Dan saya memohon maaf atas laporan nan saya buat dan bersedia mencabut laporan tersebut dan tidak bakal mengulanginya kembali. Terima kasih banyak bantuannya," tuturnya.

(maa/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News