Para visitor nan berjamu ke Singapura mengungkapkan kekecewaan mereka seiring dengan memburuknya kondisi kabut asap di Singapura.
Seorang visitor nan mengenakan masker tampak memotret saat kabut asap menyelimuti Merlion Park di Marina Bay, dengan resor Marina Bay Sands sebagai latar belakangnya, di Singapura, Jumat (16/10/2026). (REUTERS/Edgar Su)
Para visitor nan berjamu ke Singapura mengungkapkan kekecewaan mereka seiring dengan memburuknya kondisi kabut asap hingga mencapai tingkat terparah sejak tahun 2015. (REUTERS/Edgar Su)
Melansir dari Reuters, Indeks Standar Polusi (PSI) 24 jam di wilayah pusat Singapura mencapai nomor 229 pada Jumat (16/10) pukul 15.00 waktu setempat dan termasuk dalam kategori "sangat tidak sehat" dan mencatatkan rekor tertinggi baru untuk tahun 2026. (REUTERS/Edgar Su)
"Banyak aktivitas di sini nan dihentikan. Jadi, saya merasa sedikit kecewa," ujar Gaurav Nigam, seorang visitor asal India nan mengaku merasa tidak nyaman akibat kabut asap tersebut. (REUTERS/Edgar Su)
"Kami hanya mau meminta maaf kepada negara lain, seperti Singapura alias Malaysia, nan terkena akibat dari kami," kata Tarra, seorang visitor asal Indonesia. (REUTERS/Edgar Su)
Indonesia menuai kritik tajam setelah kebakaran rimba dan lahan nan dahsyat selama berbulan-bulan menyebabkan gangguan pernapasan bagi ratusan ribu orang dan menyebarkan kabut asap tebal ke negara-negara tetangga, nan apalagi mengakibatkan penutupan sekolah di Malaysia dan Timor Leste. (REUTERS/Edgar Su)
Pulau Sumatra dan Kalimantan, nan terletak dekat dengan Singapura dan Malaysia, menjadi wilayah nan paling parah terdampak. Di sana, api dapat terus membara di bawah hamparan lahan gambut nan luas dan sewaktu-waktu berkobar kembali. (REUTERS/Edgar Su)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·