Pakai CNG Bisa Hemat hingga 55 Persen, Perawatan Mesin Lebih Efisien

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Komponen injector untuk menembakkan BBG ke ruang bakar melalui intake manifold. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Penggunaan bahan bakar gas alias CNG mulai kembali dilirik di tengah kenaikan nilai BBM. Selain menawarkan nilai lebih murah, efisiensi operasional nan dihasilkan juga dinilai cukup signifikan untuk penggunaan harian.

Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, mengungkapkan penghematan biaya bahan bakar bisa mencapai lebih dari separuh dibandingkan dengan bensin. Kondisi ini membikin CNG menjadi pengganti menarik bagi pengguna kendaraan pribadi maupun armada operasional.

“Perbandingan operasional, jika dari nilai bahan bakarnya bisa reduce sampai 55 persen,” buka Andy kepada kumparan, Kamis (7/5/2026).

Proses konversi BBG pada Toyota Avanza oleh Komogas di bengkel SuperMekanik. Foto: Dok. Komogas

Ia menjelaskan, perbedaan nilai antara BBM dan BBG menjadi aspek utama nan mendorong efisiensi tersebut. Dengan nilai gas nan jauh lebih rendah, pengeluaran harian pengguna kendaraan bisa ditekan secara signifikan.

“Karena jika kita lihat Pertalite harganya Rp 10 ribu, kita pakai BBG Rp 4.500, jadi biayanya berkurang 55 persen,” kata Andy.

Selain bahan bakar, untung juga terasa dari sisi perawatan kendaraan. Penggunaan CNG disebut membikin mesin bekerja lebih bersih dibandingkan dengan bahan bakar cair.

Proses konversi BBG pada Toyota Avanza oleh Komogas di bengkel SuperMekanik. Foto: Dok. Komogas

“Tapi jika untuk biaya perawatan itu lebih bagus lagi, lantaran biaya perawatannya jadi lebih sedikit,” ucapnya.

Menurut Andy, karakter gas dengan nomor oktan tinggi membikin proses pembakaran lebih optimal. Hal ini berakibat pada performa mesin nan lebih stabil dan minim residu.

“Karena di dalam gas ini tidak ada detonasi, lantaran 120 oktannya, jadi pembakarannya bagus,” jelasnya.

Filter gas berfaedah untuk memastikan BBG nan masuk bersih tanpa kontaminasi. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan

Selain itu, tidak adanya unsur cair dalam bahan bakar gas membikin akibat kontaminasi pada oli mesin menjadi lebih kecil. Dampaknya, kualitas oli bisa memperkuat lebih lama dalam kondisi optimal.

“Karena gas ketemu gas tidak ada liquid alias cairan, sehingga kontaminasi pada olinya juga mini jadi olinya lebih bagus,” tutupnya.

Dengan kelebihan tersebut, penggunaan CNG dinilai tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga membantu menjaga kondisi mesin tetap prima dalam jangka panjang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan