Sederet Inovasi Keamanan RT di Jaksel: E-Gate hingga 'Si Jaga Warga'

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jakarta -

RT 11 RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, membikin beragam terobosan untuk meningkatkan keamanan lingkungan. Inovasinya mulai dari pemasangan e-gate, CCTV, imbauan bunyi malam berjulukan 'Si Jaga Warga', sistem panic button plus sirene, hingga GPS setiap kendaraan penduduk nan terhubung ke smartphone.

Ditemui detikcom pada Sabtu (7/5/2026), Ketua RT 11 Imam Basori menjelaskan soal segala akomodasi nan telah terpasang di lingkungannya. Pertama, Imam menunjukkan mengenai e-gate alias gerbang digital.

Gerbang digital ini dilengkapi dengan pagar nan dipasang menggunakan radio-frequency identification (RFID). Jadi masing-masing penduduk RT 11 diberi kartu akses untuk keluar masuk lingkungan pada jam malam, pada pukul 00.00-05.30 WIB.

"Ada e-Gate 11, ialah gerbang digital. Dalam perihal ini gerbang elektronik nan berbasis menggunakan akses kartu RFID," kata Imam kepada detikcom di lokasi.

Imam mengatakan e-Gate 11 merupakan cikal bakal penemuan keamanan nan diterapkan oleh warga. Kemudian muncul penemuan pemasangan GPS pada setiap motor penduduk nan disambungkan ke ponsel masing-masing. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan sistem keamanan dari kendaraan milik warga.

"Kemudian ada sistem pengawasan CCTV 1x24 jam nan terhubung, terkoneksi ke smartphone-nya masyarakat. Semua bisa memandang secara real time kejadian maupun aktivitas aktivitasnya nan termonitor dari CCTV," ucapnya.

RT di Gandarian Jaksel bikin penemuan keamanan. Ketua RT-nya Iptu Imam Basori, perwira Baintalkam PolriRT di Gandaria, Jaksel, bikin penemuan keamanan. Ketua RT-nya, Iptu Imam Basori, perwira Baintalkam Polri. (Kurniawan Fadilah/detikcom)

Kemudian ada penemuan keamanan tombol panic button nan dilengkapi dengan sirene. Tombol ini diciptakan untuk memodernisasi sistem kentongan nan sebelumnya dipakai penduduk ketika ada situasi darurat.

"Ini menggantikan sistem konvensional nan sebelumnya menggunakan kentongan ya. Nah ini kita menggunakan sirine panic button," ujar Imam.

RT di Gandarian Jaksel bikin penemuan keamanan. Ketua RT-nya Iptu Imam Basori, perwira Baintalkam PolriRT di Gandaria, Jaksel, bikin penemuan keamanan. Ketua RT-nya Iptu Imam Basori, perwira Baintalkam Polri (Kurniawan Fadilah/detikcom)

Sementara itu, penemuan keamanan terbaru adalah pemasangan pengeras bunyi nan digunakan sebagai imbauan bagi warga. Jenis penemuan ini diberi nama bunyi malam 'Si Jaga Warga'.

Imam menyebut total ada enam pengeras bunyi nan dipasang di lingkungannya dengan menggunakan pengisi bunyi berlogat Betawi. Hal ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran penduduk bakal upaya menjaga keamanan lingkungan.

"Suara malam itu nan sekarang kita lakukan, kita buat itu kita namai 'Si Jaga Warga'. Nah kita memberikan imbauan, edukasi ke masyarakat tentang jam malam, lenyap itu imbauan soal masalah, apa tentang kegiatan-kegiatan nan tetap jam malam, terus kita ingatkan tolong antisipasi tentang apa listrik, lenyap itu tentang motornya, kendaraan bermotor, maupun kompor dan sebagainya," kata Imam.

"Nah ini kita ingatkan kepada masyarakat. Nah ini nan uniknya kita menggunakan bunyi malam ini menggunakan logat Betawi. Nah ini setidaknya tetap ada kultur budaya Betawi," tambahnya.

Dari semua upayanya dalam meningkatkan keamanan lingkungan itu menjadikan RT 11 sampai saat ini tetap zero tindakan kejahatan. Dia menilai semua ini atas kerja sama nan dilakukan oleh warga.

"Dari hasilnya ya alhamdulillah ya, untuk saat ini sampai dari launching sampai sekarang alhamdulillah zero kriminalitas, zero curanmor, zero aktivitas lainnya ya," ujarnya.

Imam mengatakan semua penemuan keamanan lingkungan nan dibuat berbareng penduduk ini betul-betul memaksimalkan biaya Rp 2,5 juta pemberian Pemprov DKI Jakarta. Semua biaya itu, kata Imam, kembali lagi kepada warga

"Nah biaya ini kita maksimalkan ialah dari biaya operasional RT. Nah ini senilai jika di Jakarta itu ada Rp 2,5 juta satu bulannya. Nah ini kita maksimalkan betul untuk kepentingan masyarakat," ucap Imam.

Dia menyebut duit operasional itu diberikan Pemprov DKI memang untuk meningkatkan kualitas lingkungan. Malahan, kata dia, pihaknya turut membikin hitungan secara terperinci sehingga betul-betul dapat dilihat penggunaan oleh penduduk dan manfaatnya langsung terasa.

"Jadi semuanya itu berangkatnya dari masyarakat semua ya, nggak ada nan kita apa nggak ada nan kita tutup-tutupi, nggak ada nan kita hilangkan, semuanya saya masifkan betul buat masyarakat kita biar ini terpakai full buat lingkungan," katanya.

Imam mengatakan banyak melakukan penemuan dalam meningkatkan keamanan di lingkungannya lantaran menjadi perihal paling mendasar bagi warga. Menurutnya, keamanan lingkungan menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

"Motivasi nan utama ya, di dalam lingkungan itu nan utama itu kudu posisi fondasinya ya, fondasinya itu kudu kondusif dulu. Setelah fondasi kondusif tadi sudah tercapai, nah kita masuk menginjak kenyamanan. Harus nyaman setelah sudah nyaman baru bisa berkembang, berkembang ke bagian lainnya," ucapnya.

Imam nan merupakan perwira di Intelkam Mabes Polri sudah mengerti betul mengenai gimana menjaga keamanan. Sebab sebagai insan Bhayangkara, dia mencoba mengimplementasikan pengetahuan nan dimiliki dalam memberikan pelayanan dan pengayoman dari lingkup paling mini ialah warganya.

"Ini juga jadi bagian penerapan kita sebagai kepolisian dalam melayani dan melindungi masyarakat. Ilmu-ilmu nan kita dapat di kepolisian wajib kita pedomani dalam hidup bermasyarakat," ujar Imam.

"Dengan menciptakan lingkungan nan kondusif tentu ini sebagai bentuk nyata kita melayani dan melindungi masyarakat," lanjutnya.

Meski disibukkan dengan aktivitas dinas di kepolisian, Imam mengaku tak masalah. Dia menganggap menjadi Ketua RT sama saja seperti menjalani tugas kedinasan di Polri.

"Kita kudu bisa ya, kudu sama-sama maksimal. Di instansi maksimal, di lingkungan maksimal. Kita jadikan kerjaan di masyarakat juga sebagai tugas, kita dinas di masyarakat," imbuhnya.

(kuf/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News