Medan, CNN Indonesia --
Kebakaran terjadi di PT Evyap Sabun Indonesia nan berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Nagori Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (3/9).
Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang melalui Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan tiga orang meninggal bumi dalam kebakaran tersebut. Ketiga korban ialah Nasri Efendi (43), Mhd. Rifaldi (26), dan Sumadi (39), nan seluruhnya berasal dari Kabupaten Batubara.
"Kebakaran terjadi pada Kamis (3/8) sekira pukul 10.10 WIB, tepatnya di bagian pabrik biding milik PT Evyap Sabun Indonesia nan berada di area KEK Sei Mangkei," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AKP Verry Purba menyebut api pertama kali diperkirakan muncul dari lantai 3 alias lantai 4 tepatnya di bagian pabrik biding. Kebakaran itu juga disertai dengan ledakan.
"Sumber api hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebabnya, namun diperkirakan pertama kali muncul dari lantai 3 alias 4 disertai bunyi dentuman," ucap AKP Verry Purba.
Saat kejadian, tiga korban nan merupakan helper las dari PT Nirwana Mahanu Putra, selaku vendor bangunan PT Evyap Sabun Indonesia tengah bekerja di lokasi. Namun ketiga korban tak sukses diselamatkan.
"Ketiga korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Karya Husada Perdagangan. Namun ketiganya meninggal dunia, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Perdagangan," ungkap AKP Verry Purba.
Menurutnya dari keterangan Fauzi, selaku leader PT Nirwana Mahanu Putra, ketiga korban baru bekerja selama empat hari dan tengah melaksanakan pekerjaan finishing alias pengelasan di lantai 6 gedung pabrik.
"Ketiga korban baru bekerja selama empat hari dan sedang melaksanakan pekerjaan pengelasan di lantai 6 gedung pabrik," kata AKP Verry Purba.
Berdasarkan info nan diperoleh, tambahnya, ketiga korban diduga terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari kobaran api dan asap nan telah memasuki lantai 6.
"Saat itu terjadi kebakaran disertai ledakan, sehingga ketiganya berupaya melompat dari ketinggian dan meninggal bumi akibat terjatuh," urainya.
Terkait upaya pemadaman, AKP Verry Purba menjelaskan bahwa sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
"Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran dari beragam lembaga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman di letak kejadian," tutur AKP Verry Purba.
Polres Simalungun telah melakukan pengecekan ke Rumah Sakit Karya Husada. Hingga pukul 14.00 WIB, pihak rumah sakit menyatakan belum ada korban lanjutan nan datang akibat peristiwa kebakaran tersebut.
"Ketiga jenazah korban telah dijemput oleh pihak family menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka," sebutnya.
Sementara itu, proses pemadaman api di letak hingga saat ini tetap terus berlangsung. Petugas juga tetap menyelidiki penyebab dari kebakaran tersebut.
"Para korban telah dijemput pihak family untuk dibawa ke rumah duka, dan hingga sekarang proses pemadaman api tetap berlangsung. Saat ini petugas tetap menyelidiki penyebab kebakaran," katanya.
(fnr/ugo)
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·