Pabrik Mobil Raksasa Otomotif Eropa Disulap Jadi Pabrik Senjata Israel

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa otomotif Volkswagen (VW) secara mengejutkan bakal mengubah pabrik mobilnya di barat laut Jerman menjadi akomodasi produksi pertahanan militer. Langkah drastis ini sejalan dengan ekonomi terbesar Eropa tersebut nan tengah garang menggenjot pengeluaran militer di tengah dorongan persenjataan kembali di seluruh benua.

Mengutip CNN, Selasa (8/9/2026), VW telah sepakat untuk menjual pabrik mobil Osnabrück kepada Negara Bagian Lower Saxony dan Aurelius Capital, sebuah firma investasi nan berkantor pusat di Tel Aviv. Pemerintah wilayah dan Aurelius, nan bakal menjadi pemilik mayoritas, berencana untuk bekerja sama dengan Rafael Advanced Defense Systems, ialah salah satu perusahaan utama di kembali pembuatan sistem pencegat rudal Iron Dome milik Israel.

"Rencana ini melibatkan potensi pembuatan sistem dan komponen untuk sistem pertahanan udara untuk Jerman dan Eropa. (Kerja sama ini dimaksudkan untuk) membuka jalan bagi kemitraan dan proyek lebih lanjut," papar perwakilan Volkswagen dalam pernyataan resminya.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi penyelamat krusial bagi nasib para pekerja. Produksi kendaraan di pabrik tersebut sebelumnya telah dijadwalkan berhujung pada musim panas 2027 berasas keputusan tahun 2024 lalu.

Menurut majelis pekerja VW, perkembangan terbaru ini diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 1.400 dari total 1.800 pekerjaan di pabrik tersebut, serta menawarkan cetak biru bagi pabrik Volkswagen lainnya nan terancam ditutup.

"Dengan kesepakatan hari ini, kami mengambil langkah krusial menuju pembukaan masa depan industri baru untuk situs tersebut," ungkap CEO Volkswagen Oliver Blume.

Pengumuman ini muncul hanya beberapa hari setelah VW meluncurkan restrukturisasi paling masif dalam sejarah 89 tahun grup tersebut. Produsen mobil itu memperingatkan bahwa empat pabrik Jerman mungkin terpaksa ditutup pada tahun 2030-an akibat lemahnya permintaan, meroketnya biaya operasional, dan persaingan ketat dari kreator kendaraan listrik (EV) asal China.

Melalui "Future Plan 2030", rentang model mobil bakal dipangkas setengahnya dan perusahaan bakal mem-PHK sekitar 50.000 pekerjaan, sebagai tambahan dari pemotongan 50.000 tenaga kerja nan sudah diumumkan sebelumnya.

Menteri-Presiden Negara Bagian Lower Saxony, Olaf Lies, menyambut sangat positif transformasi strategis ini.

"Dengan perjanjian ini, kami membuka kesempatan industri nan nyata untuk Osnabrück. Situs ini membanggakan tenaga kerja nan sangat terampil... Pada saat nan sama, telah terjadi perubahan mendasar dalam situasi keamanan dan kebutuhan kita bakal perlindungan. Jerman dan Eropa kudu memperkuat keahlian mereka dan menjadi lebih mandiri," tegasnya.

Di saat nan sama, Eropa sekarang memang tengah berkompetisi untuk mempersenjatai diri, dengan Jerman bertindak sebagai ujung tombak. Anggaran kementerian pertahanan negara itu ditetapkan melonjak sepertiga pada tahun depan menjadi 109,7 miliar euro alias sekitar US$ 127 miliar (Rp 2.247,9 triliun), dari 82,7 miliar euro alias US$ 96 miliar (Rp 1.699,2 triliun) pada tahun ini.

Tren alih kegunaan ini juga diikuti oleh Rheinmetall, grup pertahanan terbesar di Eropa, nan turut mengubah pabrik kendaraan menjadi akomodasi kreator peralatan militer demi mendongkrak sektor manufaktur Jerman nan sedang terpuruk. Adapun transaksi penjualan aset pabrik VW ini tetap tunduk pada persetujuan peraturan dan kesepakatan akhir mengenai struktur organisasi nan baru.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News