Filipina resmi menghentikan ekspor ube segar (purple yam) untuk melindungi kelangkaan stok bibit tanam di tengah lonjakan permintaan global.
Dikutip dari Bloomberg, Kementerian Pertanian mengungkap penghentian ekspor nan berkarakter tanpa pemisah waktu ini mulai diberlakukan pada pertengahan Agustus mencakup ube beserta bahan tanam propagatifnya.
Kebijakan ini bermaksud untuk membangun kapabilitas produksi sekaligus menjadikan komoditas tersebut sebagai sumber devisa ekspor nan lebih besar di masa depan.
"Kami sangat kekurangan bahan tanam di dalam negeri, dan kami tidak mau mengekspornya ke negara-negara nan dapat menggunakan varietas ube Filipina untuk bersaing dengan kita," ujar Menteri Pertanian Francisco Tiu Laurel Jr dikutip dari Bloomberg, Minggu (13/9).
Ube asal Filipina sekarang semakin banyak dicari oleh para pelaku industri pengolahan dan pembeli luar negeri, namun kesiapan bahan tanam nan dibutuhkan untuk memperluas produksi tetap sangat terbatas.
Ube banyak diolah menjadi tepung, selai, dan pasta nan digunakan sebagai bahan baku untuk beragam produk, mulai dari kue keju hingga lilin aromaterapi.
Kementerian Pertanian mencatat selama ini, produk ekspor tersebut telah merambah ke pasar Kanada, Timur Tengah, dan sejumlah wilayah di Asia. Selain itu ada Amerika Serikat dan Eropa berpotensi menjadi pasar tambahan di masa mendatang.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·