Orangutan berjulukan Sempurna ditemukan kritis diduga mengalami gangguan kegunaan paru akibat paparan asap. Sempurna meninggal pada Kamis (3/9) setelah mendapat penanganan medis(Antara Foto)
ORANGUTAN berjulukan Sempurna meninggal setelah ditemukan dalam kondisi kritis di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dengan hasil nekropsi mengarah pada dugaan akibat paparan asap.
"Tim medis dari IARI menemukan perubahan patologis signifikan pada sejumlah organ vital, terutama paru-paru nan mengalami kongesti dan atelektasis parsial," kata Kepala BKSDA Kalbar Murlan Dameria Pane di Pontianak, Jumat (4/9).
Orangutan Sampurna ditemukan di area perkebunan kelapa sawit milik penduduk di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang. Laporan tersebut kemudian diterima BKSDA Kalbar pada Minggu (30/8), sekitar pukul 07.00 WIB dari masyarakat.
Kemudian tim campuran BKSDA Kalbar berbareng Yayasan IAR Indonesia menuju ke letak dan menemukan orangutan Sempurna dalam kondisi tidak bisa berdiri, mobilitas terbatas, dan mengalami gangguan pernapasan.
Petugas memberikan penanganan awal berupa oksigen dan cairan infus. Orangutan Sempurna kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi Yayasan IAR Indonesia sekitar pukul 11.30 WIB.
Kondisi Sempura terus memburuk. Tim medis sempat melakukan tindakan resusitasi jantung dan paru alias CPR, tetapi satwa tersebut akhirnya dinyatakan meninggal pada pukul 15.20 WIB. Murlan Dameria Pane mengatakan hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan paparan asap nan menyebabkan gangguan kegunaan paru dan hipoksia akut.
"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan," kata Murlan.
BKSDA Kalbar mengapresiasi masyarakat nan aktif melaporkan kondisi satwa. Ia mengatakan laporan tersebut krusial agar pertolongan pertama pada satwa liar sakit, terluka alias terdampak bisa segera mendapatkan penanganan.
Masyarakat diimbau tidak menangani sendiri satwa liar nan ditemukan sakit, terluka, alias terdampak musibah seperti asap. Namun masyarakat diminta melaporkan kejadian itu kepada petugas berwenang.
"Masyarakat dapat melaporkan temuan satwa liar kepada BKSDA Kalimantan Barat melalui nomor 08115776767 alias petugas di wilayah Ketapang melalui nomor 08115670041," katanya. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·