Ilustrasi(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mematangkan langkah strategis untuk memperlebar akses jalan menuju Terminal Anak Air.
Pada Senin (11/5), jejeran Dinas PUPR Kota Padang berbareng tim dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumbar, Dishub Kota Padang, Kecamatan Koto Tangah melakukan peninjauan langsung ke letak guna menyesuaikan rencana pembangunan dengan kondisi lapangan.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri menekankan bahwa proyek ini merupakan prioritas untuk meningkatkan kenyamanan akses publik.
Malvi Hendri menjelaskan bahwa saat ini konsentrasi utama pemerintah adalah melakukan sinkronisasi antara kreasi rencana dengan kondisi lahan nan ada saat ini (existing).
"Kebetulan juga bagian dari pengarahan Pak Wali Kota Fadly Amran mengenai dengan peningkatan akses ke letak Terminal Anak Air. Nah, kebetulan ini sekarang lagi kita lakukan kreasi mengenai dengan rencana nan ada. Kita menyesuaikan dengan kondisi nan ada, kondisi existing nan ada," ujar Malvi Hendri.
Rencana teknis nan disiapkan mencakup penambahan lebar jalan secara signifikan. Dia memaparkan bahwa dengan kondisi jalan nan ada sekarang, dibutuhkan penambahan ruang di sisi kiri dan kanan agar kendaraan besar dapat melintas dengan lebih leluasa.
"Mungkin kita coba kreasi dulu, mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa tuntaskan. Paling tidak kita mencoba membuka akses kiri-kanan lebih kurang 1 sampai 2 meter kiri-kanan. Dengan kondisi existing sekarang 6 meter, paling tidak dengan buka akses 1-2 meter, paling tidak bisa menambah lebar jalan lebih kurang 9 sampai 10 meter," jelas mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) itu.
Proyek pelebaran jalan ini sebenarnya telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu, namun sempat terkendala pandemi COVID-19. Pemko Padang sekarang berupaya menjemput bola agar aspirasi masyarakat mengenai prasarana terminal ini segera terealisasi.
"Koordinasi kita dengan Balai Jalan memang ini pada awalnya dulu di tahun 2019, ini memang sudah ada rencana pembangunan jalan lebar 20 (meter). Tapi lantaran memang ada hambatan COVID beberapa waktu nan lalu, ini tertunda pelaksanaannya. Dan tentu ini kita coba tindaklanjuti lagi, kita jemput kembali agar akses nan dulunya memang direncanakan jalan 20, lebar 20, ini bisa kita realisasikan," pungkasnya.
Pihaknya berambisi dengan rencana penambahan lebar jalan ini, arus transportasi menuju Terminal Anak Air bakal semakin lancar dan mendukung pertumbuhan ekonomi di area tersebut. Dukungan dari pihak kecamatan dan sosialisasi kepada masyarakat setempat bakal menjadi langkah berikutnya untuk memastikan pembangunan melangkah tanpa hambatan. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·