Operator Liga Desak PSSI Perberat Sanksi Klub Jika Kerusuhan Suporter Terulang

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Operator Liga Desak PSSI Perberat Sanksi Klub Jika Kerusuhan Suporter Terulang Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

DIREKTUR Utama I.League, Ferry Paulus, mendorong PSSI untuk menjatuhkan hukuman nan jauh lebih berat kepada klub andaikan kericuhan suporter tandang kembali terulang dalam kejuaraan sepak bola nasional. Langkah tegas ini dinilai krusial guna menjaga keamanan dan keselamatan pertandingan di tengah upaya pelonggaran kehadiran penonton tim tamu.

Kebijakan pelonggaran suporter away nan telah didorong selama nyaris tiga tahun ini sejatinya diizinkan PSSI dengan pantauan FIFA. Namun, maraknya kejadian kerusuhan dalam beberapa laga terakhir di Super League maupun Championship memicu pertimbangan mendalam. Ferry menegaskan perlunya balasan nan memberikan pengaruh jera lebih kuat.

"Kami bakal terus mendorong kepada PSSI untuk bisa diberikan hukuman nan lebih besar daripada nan sekarang ini. Bahkan jika perlu, tidak boleh ada suporter away unik untuk beberapa klub nan betul-betul sangat mengganggu ini," tegas Ferry Paulus dalam konvensi pers, Rabu (21/10).

Salah satu kejadian nan disorot adalah bentrok saat laga Persita Tangerang menjamu Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10). Meski awalnya tidak ada indikasi kerusuhan, situasi memanas di tribune akibat provokasi nan menyebabkan laga terhenti selama 31 menit. Akibatnya, Komdis PSSI menjatuhkan hukuman larangan suporter tandang selama separuh musim bagi Persija serta total denda Rp90 juta, sementara panpel Persita didenda Rp40 juta.

Kericuhan serupa juga terjadi di arena Championship 2026/2027 saat PSGC Ciamis menjamu PSIS Semarang di Stadion Galuh pada hari nan sama. Insiden nan bermulai dari jebolnya pintu pembatas tribune ini berujung pada hukuman larangan suporter away selama enam pertandingan bagi PSIS dan denda total Rp35 juta bagi PSGC Ciamis.

Ferry mengingatkan bahwa hukuman Komdis bakal bertambah berlapis jika pelanggaran serupa diulangi. Hal ini krusial dilakukan agar tren positif sepak bola nasional, termasuk prestasi Persib Bandung dan Borneo FC di level internasional, tidak terganggu oleh masalah keamanan domestik.

Guna mengantisipasi kekacauan susulan, I.League memperkuat sinergi berbareng PSSI dan kepolisian melalui sistem peringatan awal (early warning). Klub juga diminta bertanggung jawab penuh dalam mengedukasi pendukungnya secara berkepanjangan demi kelangsungan kejuaraan nan kondusif. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑