Operasional SPPG  Kalijaga Cirebon Dihentikan Akibat Insiden Keracunan

Sedang Trending 3 jam yang lalu
 Operasional SPPG  Kalijaga Cirebon Dihentikan Akibat Insiden Keracunan Korban nan diduga keracunan menu program MBG nan disediakan SPPG Kalijaga, Cirebon(MI/Nurul Hidayah)

SATUAN Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon dihentikan operasionalnya menyusul kasus dugaan keracunan menu program makan bergizi cuma-cuma (MBG). Kepala KPPG Cirebon, Yulian Septa Pratama, menjelaskan operasional SPPG Kalijaga Kecamatan Harjamukti, dihentikan sementara. 

"Mulai malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai pemisah waktunya nan belum ditentukan," tutur Yulian, Selasa (20/10) malam. 

SPPG tersebut melayani  sekitar 2.500 penerima faedah nan tersebar di SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, TK Bina Bangsa dan posyandu. 

Yulian mengakui adanya dugaan ratusan siswa nan mengalami keracunan menu MBG pada Selasa (20/10). Anak anak tersebut mengalami indikasi nan sama ialah mual dan muntah muntah. Namun, kata dia, untuk penyebab pastinya hingga sekarang tetap dalam pemeriksaan dan sampel makanan sudah dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan lanjutan. 

"Menunya memang sayur sop dan ada telur puyuh,* ungkap Yulian.

Yulian menambahkan bahwa seluruh biaya rumah sakit korban dugaan keracunan menu MBG ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Soal rumor ada korban nan kritis, Yulian pun membantah. Kondisi siswa, ujar dia, stabil.

Sementara itu, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati menjadi salah satu rumah sakit nan merawat korban dugaan keracunan menu MBG. Hingga Rabu (21/10) pukul 09.00 WIB, sebanyak 62 pasien telah mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, dua pasien kembali datang sehingga total pasien nan ditangani mencapai 64 orang. 

"Dari 62 semalam sampai jam 09.00 pagi, setelahnya datang lagi dua orang," tutur Direktur Utama RSD Gunung Jati, Katibi, Rabu (21/10). 

Menurut Katibi, pasien nan diduga keracunan MBG mulai berdatangan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Selasa (20/10) sekitar pukul 17.50 WIB. Selanjutnya dari 62 pasien nan datang hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 47 pasien telah diperbolehkan pulang setelah menjalani penanganan medis. Sementara itu, 11 pasien menjalani perawatan inap dan empat pasien lain tetap menjalani observasi di IGD. 

"Dari 62 pasien, nan tetap observasi di IGD ada empat orang dengan komposisi tiga anak dan satu dewasa. nan dirawat 11 orang, sementara 47 orang sudah bisa pulang," jelasnya. 

Mayoritas pasien dugaan keracunan, kata dia, datang dengan keluhan mual dan muntah. Tim medis konsentrasi menangani indikasi nan muncul sekaligus mencegah kondisi pasien memburuk akibat dehidrasi.

Berdasarkan info rumah sakit, pasien nan ditangani terdiri atas beragam golongan usia dan pekerjaan nan berangkaian dengan program MBG ialah anak TK sebanyak 30 orang, pembimbing dua orang, dari SPPG dua orang, dan orang tua peserta didik empat orang.  

"Namun tidak ada korban meninggal di RSD Gunung Jati. nan dirawat semuanya di ruang rawat inap, tidak ada nan dirawat di ICU," ungkap Katibi. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑