Operasi SAR Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Diperpanjang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Serang, CNN Indonesia --

Operasi SAR untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 nan lenyap kontak di Selat Sunda, sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), resmi diperpanjang tiga hari ke depan, hingga Kamis (17/9).

"Hasil rapat koordinasi tadi nan disampaikan Pak Gubernur, kita bakal lanjutkan pencarian selama tiga hari ke depan," ujar Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, Senin, (14/9).

Perpanjangan operasi SAR Gabungan pencarian lima wartawan serta tiga awak media nan bilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau itu diputuskan berasas hasil rapat evaluasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penambahan waktu selama tiga hari ini, diharapkan bisa mendapatkan hasil maksimal, untuk menemukan para korban.

"Jadi kita sudah tadi menyampaikan dari hari pertama sampai dengan hari ketujuh, itu kita pertimbangan kembali apa nan menjadi tantangan-tantangan kita dan objek nan mana nan belum kita lalui," terangnya.

Al Amrad menerangkan operasi pencarian selama tiga hari ke depan tetap menggunakan kekuatan nan ada seperti sekarang, baik personel maupun peralatan.

Namun, penggunaannya tergantung kondisi cuaca. Seperti pencarian menggunakan helikopter, kudu memandang kondisi angin hingga debu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Tetap kita menggunakan metode menggunakan kapal ya, termasuk juga pemantauan melalui udara. Semua itu tergantung kelak kondisi cuaca seperti apa," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan Basarnas mengevaluasi operasi kapal pencarian itu setelah tujuh hari pencarian pada Senin ini.

"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan kelak kita lihat dari hasil penyelenggaraan hari ketujuh ini sehingga kelak jadi bahan pertimbangan kita, apakah operasi bakal kita hentikan ataupun diperpanjang," kata
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto dikutip dari Antara, Senin siang tadi.

Sementara itu, Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo menjelaskan terdapat sejumlah dasar nan menjadi pertimbangan dalam memperpanjang operasi SAR.

Menurut dia, operasi dapat diperpanjang andaikan tetap ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, barang-barang milik korban, maupun adanya laporan saksi nan memandang sebaran material nan diduga berasal dari kecelakaan.

Ia menambahkan, andaikan hasil pertimbangan tidak menemukan indikasi baru mengenai keberadaan korban maupun peralatan nan berangkaian dengan kecelakaan, operasi SAR dapat dinyatakan selesai.

Kendati demikian, Rangga mengatakan, penghentian operasi SAR tidak berfaedah pencarian terhadap korban sepenuhnya berakhir.

Dalam kondisi tersebut, status dapat dialihkan menjadi siaga sehingga andaikan kembali ditemukan tanda-tanda keberadaan korban alias terdapat laporan baru dari masyarakat, operasi SAR dapat dibuka kembali.

Sebelumnya, delapan orang nan tetap dalam pencarian berangkat menggunakan kapal sigap dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju area Gunung Anak Krakatau.

Lima di antaranya merupakan jurnalis, ialah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni nan merupakan wartawan lepas.

Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

(ynd/kid)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional