Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 02 Juni 2026 |16:08 WIB

Okupansi Hotel (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis adanya tren pertumbuhan pada tingkat penghunian bilik (TPK) alias okupansi hotel di seluruh Indonesia selama periode April 2026. Momentum kenaikan ini terjadi seiring berakhirnya bulan suci Ramadan serta selesainya masa libur lebaran Lebaran 2026.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, memaparkan bahwa keterisian bilik pada hotel pengelompokkan bintang mencapai nomor 48,83% di sepanjang April 2026. Capaian tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 6,05 poin persentase dibandingkan bulan Maret 2026 (month-to-month), serta tumbuh 1,85 poin persentase jika disandingkan dengan April tahun sebelumnya (year-on-year).
“TPK hotel pengelompokkan bintang tertinggi tercatat di Provinsi Bali ialah sebesar 57,94%, kemudian diikuti oleh DKI Jakarta ialah sebesar 54,80%, dan selanjutnya Kalimantan Barat sebesar 53,76%,” ujar Pudji dalam paparan resminya di agenda Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6/2026).
"Perbandingan TPK hotel bintang untuk Maret 2026 dan April 2026. Sebagian besar provinsi mengalami peningkatan TPK hotel bintang pada April 2026 dibanding dengan Maret 2026," imbuhnya.
Pudji menjelaskan bahwa lonjakan jumlah tamu nan menginap ini dirasakan di nyaris seluruh pelosok negeri. Dari total seluruh provinsi nan ada di Indonesia, tercatat hanya tiga wilayah nan mengalami penurunan okupansi hotel berbintang jika dibandingkan dengan info bulan sebelumnya.
Ia menilai soal perbaikan performa TPK pada hotel bintang ini didorong oleh geliat aktivitas di sektor meeting, incentives, conferences, and exhibitions (MICE).
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·