7 Hari Pertama Penanganan Gempa NTT, BNPB Fokus Pemenuhan Dasar Warga Terlayani

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menghadiri rapat Koordinasi, Sosialisasi dan Kesiapsiagaan dalam menghadapi kejadian El Nino di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memfokuskan tujuh hari pertama penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemerintah berbareng kementerian/lembaga dan BUMN berupaya memulihkan jasa dasar seperti listrik, air, bahan bakar minyak (BBM), dan komunikasi agar kembali berfaedah secara terbatas.

"Di tujuh hari pertama kita peras sekuat tenaga agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak ini betul-betul terlayani," kata Suharyanto, Minggu (16/8).

Menurut Suharyanto, pemulihan nan ditargetkan pada tahap awal tidak berfaedah seluruh jasa langsung kembali normal. Pemerintah menargetkan jasa tersebut setidaknya kembali fungsional sehingga dapat menunjang aktivitas masyarakat dan pengedaran bantuan.

"Infrastruktur, komunikasi, listrik, air, BBM, ini diharapkan pulih secara terbatas, artinya fungsional," jelasnya.

Petugas medis bersiaga di dalam tenda darurat untuk pasien di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Suharyanto mengatakan akses transportasi di sejumlah wilayah nan sebelumnya terputus juga mulai kembali terbuka. Salah satunya jalur dari Ruteng menuju Reo nan sebelumnya tidak dapat dilalui akibat longsor.

"Per malam ini sudah tidak ada lagi jalan nan tidak bisa dilalui oleh kendaraan lantaran sudah bisa ditembus," katanya.

Untuk jasa komunikasi, listrik, air, dan BBM di daratan Flores, Suharyanto menyebut sebagian besar telah pulih secara terbatas. Namun, pemerintah tetap memberikan perhatian unik terhadap wilayah kepulauan nan terdampak.

"Untuk komunikasi, listrik, dan air, termasuk BBM untuk daratan Flores ini rata-rata sudah pulih secara terbatas. Tapi info tadi malam di Pulau Palu ini nan butuh penetrasi sehingga besok kami monitor," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan