OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Berlanjut di Tengah Isu MSCI

Sedang Trending 3 jam yang lalu
OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Berlanjut di Tengah Isu MSCI Friderica Widyasari Dewi (tengah).(Antara)

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa reformasi pasar modal Indonesia bakal terus melangkah secara konsisten. Langkah ini tetap menjadi prioritas di tengah sorotan penyedia indeks global, MSCI, terhadap pasar saham domestik.

Friderica menjelaskan bahwa tujuan utama dari reformasi ini adalah meningkatkan kredibilitas, likuiditas, dan transparansi pasar modal nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang bagi masyarakat maupun penanammodal global.

"Pokoknya reformasi pasar modal jalan terus. Kita memandang gimana agar support Presiden juga, agar pasar modal Indonesia itu semakin kredibel. Makanya reformasi kudu kita lakukan, semakin kredibel, semakin likuid, semakin transparan, dan menjadi rumah untuk long-term investment buat masyarakat Indonesia," ujar Friderica di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Bukan sekadar Respons terhadap MSCI

Ia menekankan bahwa pembenahan nan dilakukan otoritas tidak semata-mata merupakan reaksi terhadap satu penyedia indeks dunia tertentu. Menurutnya, perbaikan menyeluruh dilakukan sejak Januari 2026, sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk membenahi aspek-aspek nan tetap kurang di pasar keuangan.

Fokus utama reformasi ini mencakup tiga pilar penting: integritas, transparansi, dan likuiditas. Friderica mengakui, meski beberapa parameter pasar modal Indonesia menunjukkan performa nan lebih baik dibandingkan negara lain, aspek penegakan patokan (enforcement) tetap perlu diperkuat.

Catatan Penegakan Aturan: OJK baru-baru ini telah mengenakan denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia sebagai corak ketegasan dalam menegakkan regulasi. Langkah ini dipastikan bakal terus bersambung untuk menjaga kepercayaan pasar.

Upaya Mempertahankan Status Emerging Market

Menanggapi rumor kemungkinan Indonesia turun status menjadi standalone market, Friderica memilih untuk tidak memperkirakan mengenai potensi arus modal keluar (capital outflow). Ia menegaskan bahwa pemerintah berbareng otoritas mengenai sedang bekerja keras untuk mempertahankan posisi Indonesia dalam kategori pasar negara berkembang (emerging market).

"Kita tetap berupaya agar Indonesia tetap di emerging market. Makanya kita semua didukung oleh Bapak Presiden dan kementerian terkait, agar Indonesia terus melakukan perbaikan dan moga-moga tetap bisa di posisi sekarang," pungkasnya.

Berdasarkan info sebelumnya, esensial pasar modal Indonesia dinilai tetap cukup solid dengan kapitalisasi pasar mencapai US$589 miliar dan jumlah penanammodal nan telah menembus nomor 31,1 juta orang. (Ant/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑