OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan Indonesia dan Himbara Usai Outlook Dipangkas Moodyamp;039;s-Fitch

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan Indonesia dan Himbara Usai Outlook Dipangkas Moody's-Fitch

OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan Indonesia dan Himbara Usai Outlook Dipangkas Moody's-Fitch (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka-bukaan soal kondisi industri perbankan Indonesia. OJK menegaskan kondisi industri perbankan Indonesia, khususnya bank-bank besar nan tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap berada dalam jalur pertumbuhan nan positif dan mempunyai ketahanan nan kuat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, revisi outlook negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch bukan disebabkan oleh penurunan keahlian internal bank. Langkah tersebut merupakan akibat dari penyesuaian outlook ranking angsuran sovereign (negara) Indonesia serta dinamika makroekonomi global.

"Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi nan positif, dengan pertumbuhan angsuran pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” kata Dian dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Meskipun terdapat tekanan eksternal, golongan bank berasas modal inti (KBMI) 4 dan Himbara justru mencatatkan performa nan sangat impresif pada awal tahun 2026. Untuk pertumbuhan angsuran mencapai nomor double digit dengan kenaikan 13,34 persen (KBMI 4) dan 13,43 persen (Himbara).

Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara tumbuh masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen, mencerminkan kepercayaan masyarakat nan tetap tinggi.

Rasio CAR Himbara berada di level 20,32 persen dan KBMI 4 di level 22,33 persen, memberikan alas nan sangat kuat untuk ekspansi bisnis.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com