Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan mengingatkan pengganti kepala wilayah nan berhalangan dalam wacana pilkada tanpa wakil nan didorong PKB.
Irawan mengaku mendukung wacana tersebut. Namun, dia mengingatkan pengganti kepala wilayah nan berhalangan tetap jika kepala wilayah dipilih tanpa wakilnya.
"Tapi nan dipikirkan adalah gimana jika kepala wilayah nan sebelumnya dipilih itu berhalangan tetap," kata Irawan saat dihubungi, Kamis (6/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Irawan menyebut wacana pilkada tanpa wakil merupakan wacana lama. Menurut dia, ketentuan itu pernah termuat dalam Perppu Pilkada nan terbit pada 2014.
Menurut Irawan, pada praktiknya, pasangan calon kepala wilayah dan wakil kepala wilayah kerap menjadi perseteruan. Oleh lantaran itu, dia mengusulkan agar wakil kepala wilayah nantinya cukup ditunjuk.
Bahkan, Irawan mengusulkan agar deputi alias wakil kepala wilayah bisa lebih dari satu orang, sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
"Mungkin deputi alias wakil kepala wilayah bisa 2-3 tergantung beban pekerjaannya," katanya.
Nantinya, kata dia, pemerintah dan DPR tinggal memikirkan sistem penunjukkan wakil kepala wilayah jika berhalangan tetap. Apakah, diadakan pemilihan ulang untuk melanjutkan masa jabatan.
"Apakah seperti model penggantian lembaga negara nan terbanyak kedua dan seterusnya alias pemilihan baru untuk melanjutkan sisa masa jabatan," kata Irawan.
Wacana Pilkada tanpa wakil tengah menjadi sorotan di Komisi II DPR bagian politik dan pemerintahan. Wacana itu mencuat seiring kisruh antara kepala wilayah dan wakilnya.
Dalam rapat Komisi II DPR dengan Kementerian dalam Negeri pada Kamis (30/8) pekan lalu, personil Fraksi PKB, Muhammad Khozin menyoroti keberadaan wakil kepala wilayah nan selama ini kerap hanya menjadi vote getter.
Namun, dalam tugas pemerintahan, wakil kepala wilayah nyaris tak mempunyai tugas dan kewenangan. Bahkan, tak jarang terjadi ketegangan di antara kedua pihak.
"Kita pilih saja kepala wilayah tanpa wakil. Wakil kepala wilayah cukup ditunjuk oleh kepala daerah. Ini biar tidak menjadi vote getter saja, iba wakil kepala wilayah saat ini," ujar Khozin.
Wakil Ketua Umum PAN, Saleh Partaonan Daulay mengakui wacana Pilkada tanpa wakil sekarang mulai menjadi perbincangan lintas fraksi di DPR. Namun, dia mau wacana tersebut dikaji matang.
Dia juga tak menampik peran kepala wilayah dan wakilnya selama ini tak seimbang. Bahkan, dalam beberapa kasus, keduanya kerap saling ribut mengenai perkara hukum.
"Sekarang memang ada kesan jika wakil tidak difungsikan. Tetapi di beberapa daerah, ada juga nan kepala wilayah dan wakilnya ribut. Bahkan sampai diungkap dan terlihat di pengadilan," kata Saleh, Kamis lalu.
(thr/kid)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·