Taufik Fajar
, Jurnalis-Kamis, 13 Agustus 2026 |18:42 WIB

Rumah Subsidi (Foto: Okezone)
JAKARTA – Memiliki rumah nan kondusif dan nyaman tetap menjadi tantangan bagi sebagian family prasejahtera di Indonesia. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berbareng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjalankan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat nan membutuhkan.
Tahun ini, sebanyak 20 rumah diperbaiki dan tersebar di empat wilayah, ialah Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Masing-masing wilayah mendapatkan support untuk lima unit rumah.
Program tersebut merupakan kelanjutan dari kerjasama BTN dan PPATK pada 2025 nan telah menyasar 15 rumah. Dengan demikian, selama dua tahun, sebanyak 35 family telah mendapatkan faedah dari program perbaikan kediaman tersebut.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, penyediaan rumah layak huni tidak hanya dapat dilakukan melalui pembiayaan kepemilikan rumah. Bagi masyarakat dengan keahlian ekonomi terbatas, program bedah rumah menjadi salah satu pengganti untuk menghadirkan kediaman nan lebih kondusif dan nyaman.
“BTN hidup dari industri perumahan dan kami memahami betul bahwa belum semua segmen masyarakat bisa mendapatkan rumah melalui KPR, terutama masyarakat pada desil 1, 2, 3 dan sebagian desil 4 nan tetap mempunyai keterbatasan untuk bayar angsuran. Karena itu, salah satu solusi nan bisa kita lakukan adalah melalui bedah rumah,” ujar Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (13/8/2026).
Hunian Tidak Layak
Menurut Nixon, persoalan kediaman tidak layak memerlukan support beragam pihak. Karena itu, BTN dan PPATK berencana melanjutkan program bedah rumah secara berkepanjangan dengan menyasar wilayah nan tetap menghadapi persoalan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·