Nusron Wahid Absen Rapat di DPR Usai Anak Buah Keciduk KPK

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid tidakhadir dalam rapat di Komisi II DPR, Selasa (15/9), usai anak buah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK kasus dugaan suap di lingkungan Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, sehari sebelumnya.

Dalam rapat nan membahas pengelolaan aset pemerintah wilayah dan Aset BUMD itu, Nusron diwakili Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan.

Selain dihadiri sejumlah gubernur, rapat juga dihadiri Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Ketidakhadiran Nusron, sempat disinggung Ketua Komisi II DPR, Rifqinizami Karsayuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang saya hormati, kerabat Wakil Menteri ATR/BPN, beserta seluruh jajaran, nan hari ini biasanya berdua dengan menterinya," kata Rifqi membuka rapat.

Usai rapat, Ossy tak menjawab saat ditanya soal argumen ketidakhadiran Nusron. Namun, dia menegaskan pihaknya menghormati proses norma nan sedang berjalan.

Ossy juga meminta agar semua pihak tak memperkirakan lantaran belum ada keterangan resmi dari KPK. Dia meminta semua pihak menunggu.

"Jadi pada posisi itu saya bisa menjawab saat ini dari sisi Kementerian ATR/BPN, tidak perlu kita membikin spekulasi ataupun kontroversi lainnya. Kita tunggu sama-sama, APH pasti menyampaikan secara resmi apa nan terjadi," katanya.

KPK menangkap sejumlah pihak dengan peralatan bukti duit hingga ratusan miliar dalam operasi tersebut. Operasi senyap itu diduga mengenai pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.

Total ada 17 orang nan diamankan tim penindakan KPK. Beberapa di antaranya nan ditangkap ialah anak buah Nusron, ialah Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lapri.

Kemudian ada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor I, Sontang Coin Manurung dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi. Termasuk di antaranya ada nama kolega Nusron di Golkar, Fahd El Fouz namalain Fahd A Rafiq.

"Untuk perincian dari bangunan perkara ini, gimana kronologi peristiwa tertangkap tangan, kelak kami bakal pembaruan kembali lantaran malam ini tetap bakal dilakukan pembeberan untuk menetapkan ya," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

CNNIndonesia.com telah menghubungi dua nomor ponsel nan biasa dipegang Nusron untuk menanyakan soal OTT di lingkungan Kementerian nan dipimpinnya, namun hingga buletin ini terbit belum direspons.

(thr/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional