Ngeri! Konvoi Warga Tiba-Tiba "Hujan" Tembakan, Tiga Tewas di Tempat

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah konvoi sipil nan dikawal ketat oleh militer di wilayah utara Ghana menjadi sasaran serangan berdarah pada hari Senin waktu setempat. Insiden ini mengakibatkan tiga orang penduduk sipil tewas di tempat dan satu lainnya mengalami luka-luka akibat berondongan peluru dari penyerang tak dikenal.

Mengutip AFP, Selasa (28/4/2026), awalnya konvoi mengangkut sekitar 140 penduduk sipil dalam perjalanan dari Bawku menuju Bolgatanga. Namun serangan tiba-tiba terjadi secara mendadak di wilayah Binduri.

Angkatan Bersenjata Ghana melaporkan bahwa para pelaku melancarkan tembakan membabi buta ke arah iring-iringan kendaraan tersebut. Pihak militer nan berada di letak segera merespons serangan tersebut dengan melakukan tembakan balasan.

Dalam pernyataan resminya, Angkatan Bersenjata Ghana mengeklaim telah sukses melumpuhkan sejumlah pelaku serangan nan mencoba mengepung konvoi. Militer menyebut sukses membalas serangan tersebut dan menewaskan tujuh orang penyerang.


"Pasukan keamanan kemudian menemukan senjata rakitan lokal, senapan G3, serta amunisi dari salah satu tersangka nan mencoba melarikan diri," tulis pernyataan resmi militer Ghana pada hari Selasa, (28/04/2026).

Selain melumpuhkan tujuh penyerang, otoritas keamanan juga telah mengamankan sejumlah orang lainnya nan diduga terlibat dalam tindakan kekerasan ini. Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh pihak kepolisian setempat.

"Sepuluh tersangka lainnya telah ditangkap dan saat ini sedang membantu proses penyelidikan," tambah pernyataan tersebut.

Pihak Angkatan Bersenjata Ghana juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada family korban nan ditinggalkan. Mereka memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan nan dapat mengganggu jalannya operasi keamanan nan tetap berjalan di wilayah tersebut.

Kekerasan terbaru ini menambah panjang daftar bentrok menahun nan terjadi di sekitar wilayah Bawku. Ketegangan di wilayah tersebut diketahui berakar dari sengketa kepemimpinan budaya antara golongan etnis Kusasi dan Mamprusi, di mana "perang" nan telah berjalan selama beberapa dasawarsa dan sering kali meledak menjadi bentrok mematikan.

Wilayah ini terus dihantui oleh siklus serangan balasan, pemberlakuan jam malam, serta pengerahan besar-besaran personel militer dan polisi. Konflik nan belum terselesaikan ini tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga memutus jalur perdagangan lintas batas, menjadikannya salah satu titik api keamanan paling persisten di Ghana.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News