Petugas pemadam kebakaran berada di letak jatuhnya pesawat pribadi nan membawa penerjun payung di dekat Bandara Memorial Butler, Missouri, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026). Kecelakaan nan terjadi sesaat setelah lepas landas itu menewaskan seluruh 12 orang di dalam pesawat, terdiri atas 11 penerjun payung dan seorang pilot. (Mid America Live News/Handout via REUTERS)
Operator penerbangan, Skydive Kansas City, menyatakan seluruh penumpang dan awak pesawat meninggal bumi dalam kejadian tersebut. Perusahaan juga mengatakan identitas korban belum bakal diumumkan hingga seluruh family terdekat menerima pemberitahuan resmi. (ABC Affiliate KMBC via REUTERS)
Mereka menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan otoritas setempat, Administrasi Penerbangan Federal (FAA), dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dalam penyelidikan. Menurut Patroli Jalan Raya Negara Bagian Missouri, kecelakaan terjadi di dekat Bandara Memorial Butler nan berjarak sekitar 100 kilometer di selatan Kansas City. (Mid America Live News/Handout via REUTERS)
Dennis Jacobs, penjabat manajer airport sekaligus kepala manajemen darurat Kabupaten Bates, mengatakan pesawat turboprop bermesin tunggal itu lepas landas sekitar pukul 11.20 waktu setempat, namun kandas mencapai ketinggian nan cukup sebelum berbelok tajam ke kiri dan jatuh sekitar 274 meter dari landasan pacu. (REUTERS/Dave Kaup)
NTSB mengidentifikasi pesawat nan jatuh sebagai Pacific Aerospace 750XL. Sheriff Kabupaten Bates, Chad Anderson, mengatakan kejadian tersebut tampaknya merupakan sebuah kecelakaan dan bukan melibatkan pesawat komersial. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah personil family korban menyaksikan langsung pesawat tersebut jatuh. (ABC Affiliate KMBC via REUTERS)
Petugas FAA telah berada di letak kejadian, sementara tim penyelidik NTSB dijadwalkan tiba pada Senin. Anderson mengatakan beberapa departemen pemadam kebakaran serta instansi koroner setempat dikerahkan setelah menerima panggilan darurat sesaat sebelum pukul 11.30. NTSB memperkirakan laporan akhir mengenai penyebab kecelakaan baru bakal diterbitkan dalam kurun waktu 12 hingga 24 bulan. (REUTERS/Dave Kaup)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·