Netanyahu Minta Partai Sayap Kanan Mundur Jelang Pemilu Israel

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Netanyahu Minta Partai Sayap Kanan Mundur Jelang Pemilu Israel Benjamin Netanyahu mendesak partai-partai mini sayap kanan mundur dari pemilu Israel untuk mencegah bunyi terpecah. (AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak sejumlah partai mini berpatokan sayap kanan untuk mundur dari pemilihan umum. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mencegah bunyi pemilih terpecah dan mengurangi kesempatan partainya, Likud, meraih kemenangan.

Pemilu Israel dijadwalkan berjalan pada 27 Oktober. Menjelang pemungutan suara, Netanyahu mengunggah sebuah gambar melalui akun X pada Kamis (22/10) nan memperlihatkan mantan perwira militer Ofer Winter sedang membakar surat bunyi sembari tersenyum.

Winter merupakan mantan perwira militer nan sekarang memimpin Partai Amcha Israel, sebuah partai berpatokan kanan.

Dalam unggahannya, Netanyahu memperingatkan para pemilih bunyi nan diberikan kepada partai-partai mini nan kandas melewati periode pemisah parlemen berpotensi menguntungkan kubu lawan.

"Memilih partai-partai nan tak lolos periode pemisah sama dengan pemerintahan kiri rawan dari Eizenkot, Lieberman, Yair Golan, dan partai-partai Arab," kata Netanyahu.

Dalam sistem pemilu Israel, sebuah partai kudu memperoleh sedikitnya 3,25% bunyi untuk mendapatkan bangku di parlemen. Namun, sejumlah jajak pendapat menunjukkan posisi Amcha Israel tetap rentan dan berisiko tidak mencapai pemisah tersebut.

Para Pesaing Politik

Selain memperingatkan soal bunyi nan berpotensi terbuang, Netanyahu turut menyebut sejumlah tokoh nan berkesempatan menjadi pesaing politiknya.

Salah satunya adalah Gali Eisenkot, mantan perwira militer nan pernah terlibat dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. Saat ini, Eisenkot memimpin partai Yashar.

Netanyahu juga menyebut Avigdor Lieberman, pemimpin partai sayap kanan Yisrael Beiteinu, serta Yair Golan nan memimpin partai berpatokan kiri The Democrats.

Di akhir unggahannya, Netanyahu kembali membujuk pemilih memberikan support kepada partainya. "Memilih Machal, memilih Likud," ujarnya.

Machal merupakan kode resmi nan digunakan Partai Likud pada surat bunyi dalam pemilihan umum Israel.

Pengaruhi Hasil Pemilu

Seruan Netanyahu disampaikan ketika hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa Amcha Israel menghadapi akibat kandas melewati periode pemisah parlemen. 

Jika partai tersebut tetap mengikuti pemilu tetapi tidak mencapai perolehan bunyi minimum, bunyi nan diperolehnya tidak bakal menghasilkan bangku di Knesset, parlemen Israel.

Sebaliknya, andaikan partai-partai mini nan mempunyai pedoman pemilih serupa memutuskan mundur, sebagian pemilih mereka berpotensi mengalihkan support kepada Likud. Kondisi tersebut dapat memperbesar kesempatan partai ketua Netanyahu untuk mengamankan lebih banyak bangku di parlemen.

Keuntungan politik itu berpotensi membantu Netanyahu mempertahankan jabatannya sebagai perdana menteri, berjuntai pada hasil pemilu dan keahlian partainya membentuk pemerintahan.

Meski demikian, posisi Netanyahu dan Likud juga menghadapi tantangan. Sejumlah survei dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan penurunan ketenaran terhadap Netanyahu maupun partainya menjelang pemungutan suara.

Dengan pemilu nan semakin dekat, seruan agar partai-partai mini mundur menjadi bagian dari upaya Netanyahu mengonsolidasikan support pemilih sayap kanan sekaligus memperkuat kesempatan Likud dalam persaingan politik Israel. (AFP/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑