Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel dan Amerika Serikat (AS) sekarang berada dalam satu garis tujuan mengenai Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan area Timur Tengah, Rabu waktu setempat.
Dalam pidato nan disiarkan televisi, Netanyahu menegaskan koordinasi erat kedua negara dalam upaya menekan Teheran, terutama ambisi nuklir. Pidatonya datang di tengah banyak kritikan muncul soal faedah perang Iran ke "kelanggengan" pemerintahannya.
"Teman-teman Amerika kami terus memberi kami info terbaru tentang kontak mereka dengan Iran. Tujuan Amerika Serikat dan tujuan kami sendiri identik," ujarnya, seperti dikutip AFP, Kamis (16/4/2026).
Ia pun menyatakan langkah-langkah nan diambil sejauh ini menunjukkan keberhasilan. Sejumlah sasaran utama nan mau dicapai, termasuk penghentian program nuklir Iran.
Kami mau memandang material nan diperkaya dikeluarkan dari Iran; kami mau memandang penghapusan keahlian pengayaan di Iran; dan, tentu saja, kami mau memandang Selat Hormuz dibuka kembali," tambahnya menegaskan kembali keamanan regional dan jalur perdagangan daya global.
Target Besar
Selain Iran, Netanyahu juga menyoroti agenda strategis lain, ialah Lebanon. Ia menyebut "pembubaran" golongan Hizbullah menjadi sasaran utama dalam pembicaraan langsung dengan Beirut, nan disebut sebagai kontak pertama dalam beberapa dasawarsa terakhir.
"Dalam negosiasi dengan Lebanon, ada dua tujuan utama: pertama, pembubaran Hizbullah; kedua, perdamaian berkelanjutan... nan dicapai melalui kekuatan," kata Netanyahu.
Langkah ini menandai eskalasi pendekatan Israel di kawasan, dengan konsentrasi pada pelemahan golongan militan nan didukung Iran sekaligus memperluas pengaruh keamanan.
Sejauh ini belum ada nilai transaksi alias nomor ekonomi nan diungkap dalam pernyataan tersebut. Namun, konsentrasi pada pembukaan kembali Selat Hormuz, ialah jalur vital perdagangan minyak dunia, berpotensi berakibat besar terhadap stabilitas nilai daya global, termasuk bagi Indonesia.
(tfa/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·