Netanyahu Dibuang Trump, Israel Kini Disingkirkan AS

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Israel disingkirkan Amerika Serikat (AS) dalam perjanjian tenteram dengan Iran. Pemerintah Israel mengaku "tidak diperlihatkan nota kesepahaman (MOU)" nan dirancang untuk mengakhiri perang Washington dengan Teheran.

Hal ini dikatakan seorang pejabat pemerintah Israel kepada NBC News pada hari Rabu waktu setempat. Ini menjadi tanda terbaru meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Tak lama setelah Presiden Donald Trump mengatakan dia telah memberikan salinan MOU tersebut kepada Israel, sumber nan sama mengatakan Israel tetap belum memandang rancangan tersebut," tulis laman itu dikutip Kamis (18/6/2026).

"Sumber tersebut tidak mau berkomentar apakah diplomat Israel telah meminta teks tersebut dan ditolak".


Fakta ini diyakini bakal menjadi menjadi halangan besar bagi Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu. Ia bakal menghadapi pemilihan umum nan menentukan kariernya sebelum akhir Oktober.

Belum lagi, Trump sekarang semakin tidak sabar dengan Netanyahu. Ia marah selama beberapa hari terakhir lantaran serangan Israel ke Lebanon nan nyaris merusak rancangan perdamaian AS dan Iran.

"Tanpa saya, tidak bakal ada Israel," kata Trump pada KTT G7 hari Selasa, menyebut Netanyahu "gila" dan menggunakan kata-kata umpatan untuk menggambarkan penilaian buruknya.

Di dalam negeri, pemerintahan Netanyahu telah dikritik lantaran tidak bertindak cukup jauh untuk membikin Iran lumpuh. Iran sendiri dianggap musuh dan ancaman nyata Israel, termasuk golongan proksi utamanya, Hizbullah di Lebanon.

Dalam survei nan dilakukan Institut Demokrasi Israel nan diterbitkan dua minggu lalu, 57,5% penduduk Israel mengatakan mereka percaya mengakhiri bentrok berasas kerangka kerja nan sedang dibahas AS dan Iran, tidak bakal sejalan dengan kepentingan keamanan Israel. Saingan domestik Netanyahu mengecam perdana menteri tersebut.

"Israel menanggung akibat dari keangkuhan dan kebutaan Netanyahu, dan akibat dari manipulasi nan dia coba lakukan terhadap Trump," kata mantan PM Ehud Barak dalam sebuah wawancara pada hari Senin.

"Iran menjadi lebih kuat, Israel menjadi lebih lemah. Itu adalah tanggung jawab strategis Netanyahu. Dia gagal," tegasnya.

"Kerangka kesepakatan tersebut adalah salah satu kegagalan paling mengejutkan dalam kebijakan luar negeri dan keamanan Israel ... sepenuhnya atas nama Netanyahu," kata Yair Lapid, nan diperkirakan bakal menantang Netanyahu dalam pemilu tahun ini.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News