Nestapa Kakak Beradik di Sidikalang, Hidup Dalam Bayang-Bayang Siksaan

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Beberapa waktu terakhir, dua bocah ini dititipkan kepada seorang wanita berinisial ES nan bertempat tinggal di Sidikalang. ES adalah pedagang mie gomak nan biasa mereka sapa dengan mamak tua. Keduanya terpaksa dititipkan lantaran sang ibu, R Sianturi (53), bekerja di Kota Balige. Sementara ayahnya di penjara lantaran kasus narkoba. Mereka menempati gedung jejak penjara nan merupakan aset milik Kemenkum.

Sebelum pergi ke Balige, R menjanjikan bayaran pengasuhan pada ES sebesar Rp 500 ribu nan dibayarkan setiap pekan. Sampai waktu ditentukan, janji itu tak ditepati. Merasa kesal, ES menjadikan anak-anak R sebagai tempat pelampiasan.

“Merasa tidak terima dengan masalah pembayaran tersebut, pelaku RS akhirnya melampiaskan kekesalannya secara sadis kepada kedua anak nan tidak berkekuatan itu,” kata Kasat Reskrim Polres Dairi, Iptu Darman Lumbanraja, Senin (24/8/2026).

Kemarahan ES tampaknya sudah di ubun-ubun. Tak cukup sekali dia menyiksa anak-anak tak berdosa itu. Keduanya menjadi bulan-bulanan kemarahan ES dengan beragam barang nan ada di rumah. Seperti dipukul menggunakan sapu, hanger (gantungan baju), sandal, hingga kayu. Korban juga dibenturkan ke tembok dan lantai hingga telinganya berdarah. Bahkan paling sadis, bagian bibir korban dibakar menggunakan korek.

Penyiksaan nan dialami dari hari ke hari membikin tubuh mini kakak beradik itu tak berdaya. Lengan sebelah kiri korban patah akibat didorong secara kasar oleh pelaku, disertai luka lebam parah di sekujur tubuh, perut, hingga kaki.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita