Nelayan di Situbondo Temukan Pipa Pembuangan di Laut, Khawatir Limbah Berbahaya

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penampakan paralon di tengah laut perairan Pantai Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Nelayan di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur, menemukan pipa paralon di tengah laut nan diduga membuang limbah. Mereka cemas limbah nan dibuang rawan dan bisa menakut-nakuti mata pencarian mereka.

Pipa itu berasal dari sebuah gedung nan berada di pinggir laut. Pipa mengeluarkan cairan nan membikin air laut menjadi berwarna cokelat.

Terkait perihal ini, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Situbondo, Ranti Seta Ayu Pratiwi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel air laut di letak tersebut.

"Untuk mengetahui kualitas kandungan dan keamanan unsur di dalamnya, kami tetap memerlukan waktu uji laboratorium kurang lebih tiga pekan," ujar Seta saat dihubungi, Rabu (24/6).

Sementara itu, menurut Kepala DLH Kabupaten Situbondo, Sandy Hendrayono, meminta pihak perusahaan mengoptimalkan fungsionalitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka.

Sandy memperingatkan adanya akibat jelek bagi lingkungan jika akomodasi tersebut tidak dioperasikan secara maksimal.

"PT Fuyuan kudu memaksimalkan IPAL dan proses pembuangannya," tegas Sandy.

Sandy menambahkan bahwa petugas DLH telah melakukan penyisiran menyeluruh terhadap jalur pipa milik PT Fuyuan. Berdasarkan pemeriksaan dokumen, perusahaan tersebut diketahui telah mengantongi seluruh legalitas operasional nan diperlukan.

"Terkait perizinan, PT Fuyuan sudah mempunyai izin komplit untuk beroperasi. Mulai dari izin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), izin pemanfaatan pembuangan limbah ke laut, hingga izin IPAL dari DLH," pungkasnya.

Nelayan Khawatir

Penampakan paralon di tengah laut perairan Pantai Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Seorang nelayan setempat, Syakur, mengaku cemas dengan keberadaan pipa pembuangan limbah tersebut. Sebab jika pipa tersebut betul-betul membuang limbah berbahaya, ekosistem laut bisa rusak dan hasil tangkapan ikan dipastikan bakal anjlok.

"Kami berambisi DPRD Situbondo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung letak pembuangan di perairan Banyuglugur ini," ujar Syakur.

Nelayan tidak berani mendekat ke pusat aliran pipa pembuangan itu.

“Kalau dilihat, air nan keluar dari paralon berwarna cokelat. Kami tidak tahu itu limbah apa,” bebernya.

DPRD Situbondo Akan Cek

Merespons keluhan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, memastikan pihak legislatif bakal segera meninjau lokasi. Ia menyebutkan, berasas video nan beredar, aliran dari pipa tersebut memang tampak membikin air laut di sekitarnya menjadi keruh.

“Kami bakal mengumpulkan info dan mengecek langsung ke lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Jika terbukti ada pelanggaran, lembaga mengenai kudu bertindak tegas sesuai patokan nan berlaku,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan