Batam, CNN Indonesia --
Nelayan di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ikut terdampak kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Jarak pandang sangat terbatas sehingga aktivitas melaut terganggu.
Para melayan mengeluh ketika pergi melaut untuk mencari ikan, sekitar tiga mil menuju laut Pulau Natuna sudah tertutup kabut asap. Wilayah sekitar sudah tidak terlihat lagi dengan mata bugil sehingga menyulitkan navigasi kapal.
"Kami ikut terdampak kabut asap kebakaran rimba dan lahan di Kalimantan," kata Zubian Toni, salah satu nelayan Natuna, kepada CNNIndonesia.com, Minggu pagi (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Toni mengatakan hanya mengandalkan Global Positioning System (GPS) sebagai petunjuk saat berlayar. Menurutnya, kabut asap nan menyelimuti Natuna sudah berjalan selama sepekan terakhir dan belum hilang.
"Sudah seminggu ini bang, tidak lenyap kabutnya. Musim teduh, asap tidak terbawa asap," ujarnya
Nelayan lain berjulukan Hariadi di Pulau Subi, Natuna, juga mengaku terdampak dengan kabut asap nan terjadi akibat karhutla di Kalimantan.
Dia mengatakan para nelayan nan tidak mempunyai perangkat canggih seperti GPS dan aplikasi di ponsel merasa kesulitan untuk menentukan arah pergi dan pulang melaut.
Pasalnya, pedoman alias rambu seperti Pulau dan Pal pada siang maupun lampu suar dan bintang pada malam hari menjadi tidak nampak lantaran tertutup asap. Selain itu, jarak pandang suar paling jauh hanya bisa tembus 0,5 mil, padahal normalnya bisa tembus hingga 8 mil laut.
"Tentunya sangat menyulitkan," ucapnya.
Menurutnya, para nelayan nan mencari ikan tuna alias tongkol mengandalkan tanda gemercik air untuk menebak letak gerombolan ikan. Petunjuk lainnya adalah keberadaan burung camar nan sedang berburu ikan sebagai mangsa.
"Kalau ketemu gerombolan ikan tongkol, tapi terhalang dengan kabut asap, ini nan susah akibat kabut asap," ujarnya.
Dia menambahkan untuk hari ini kabut asap sudah mulai berkurang lantaran sudah terbawa angin kencang. Menurutnya, 2-3 hari lampau kondisinya sangat parah.
(arp/pta)
23 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·