Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi berbareng dengan delegasinya telah tiba di Islamabad, Pakistan untuk membahas proposal perundingan kembali mengenai perdamaian dengan Amerika Serikat (AS).
Proposal perundingan itu sebelumnya disodorkan oleh mediator dari Pakistan untuk mengakhiri perang delapan minggu nan telah menewaskan ribuan orang dan menabur kekacauan rantai pasok daya di pasar global.
Namun ahli bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa para delegasi Iran tidak berencana untuk berjumpa dengan perwakilan AS, meskipun utusan unik AS Steve Witkoff dan Jared Kushner berencana untuk melakukan perjalanan ke Islamabad.
"Kekhawatiran Iran bakal disampaikan kepada Pakistan," kata ahli bicara tersebut sebagaimana dilansir Reuters, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Kendati begitu, Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Reuters pada Jumat bahwa Iran berencana untuk mengusulkan tawaran nan bermaksud untuk memenuhi tuntutan AS, tetapi mengatakan bahwa dia belum mengetahui apa isi tawaran tersebut.
Ketika ditanya dengan siapa AS bernegosiasi, Trump menjawab: "Saya tidak mau mengungkapkan itu, tetapi kami berurusan dengan orang-orang nan berkuasa sekarang."
Sebagaimana diketahui, setelah kampanye pengeboman AS dan pemblokiran Selat Hormuz nan strategis oleh Iran, kedua negara berada dalam kebuntuan nan merugikan, dengan ekspor minyak Iran diblokir dan nilai bensin AS mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Pihak Amerika Serikat pun sebelumnya telah memastikan, AS tetap membuka ruang negosiasi dengan mengutus dua utusan khususnya, pada hari ini ke Islamabad, meskipun negosiasi putaran pertama nan dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance buntu.
Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan dua utusan unik nan dikirim itu adalah Steve Witkoff, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah, dan Jared Kushner, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Perdamaian.J
ared Kushner dan Steve Witkoff bakal berangkat ke Pakistan pada Sabtu pagi, menurut laporan CNBC Internasional.
Ia mengatakan bahwa utusan unik itu berangkat lantaran "pihak Iran menghubungi kami" dan meminta pertemuan tatap muka, seperti nan telah juga diminta Presiden Donald Trump.
"Jadi presiden mengutus Steve dan Jared untuk mendengarkan apa nan mau mereka sampaikan, dan kami berambisi percakapan itu bakal produktif dan mudah-mudahan dapat memajukan proses menuju kesepakatan," katanya.
Namun, pertemuan ini diakui Leavitt sepenuhnya dilakukan antara AS dengan mediator dari Pakistan. Wakil Presiden JD Vance nan sempat memimpin delegasi AS sebelumnya ke Islamabad untuk putaran awal negosiasi dengan Iran tercatat tak ikut menghadiri perundingan akhir pekan ini.
"Wakil presiden tetap terlibat secara mendalam dalam seluruh proses ini, dan dia bakal berada di Amerika Serikat, berbareng dengan presiden dan Menteri Luar Negeri, Marco Rubio , serta seluruh tim keamanan nasional untuk mendapatkan info terbaru," katanya.
"Dan tentu saja, semua orang bakal siaga untuk terbang ke Pakistan jika diperlukan. Tetapi pertama-tama, Steve dan Jared bakal pergi ke sana untuk melapor kembali kepada presiden, wakil presiden, dan personil tim lainnya."ucap Leavitt.
Trump mengatakan kepada Reuters dalam sebuah panggilan telepon pada Jumat malam bahwa Iran bakal "mengajukan tawaran," menambahkan bahwa dia belum tahu apa tawaran itu dan "kita kudu menunggu dan melihat."
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·