Nasib Perahu Eretan di Tengah Rencana Jembatan Kali Pesanggrahan

Sedang Trending 43 menit yang lalu
Jakarta -

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan berencana membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kali Pesanggrahan, Ulujami. Rencana itu memunculkan pertanyaan soal nasib perahu eretan alias getek nan selama ini menjadi akses penduduk untuk menyeberangi kali tersebut.

Dirangkum detikcom, Kamis (3/9/2026), rencana ini disampaikan saat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo meninjau getek dan letak permukiman rawan banjir di Kali Pesanggrahan, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan. Hal itu dilakukan untuk merespons kejuaraan masyarakat mengenai letak rawan banjir dan sarana transportasi menyeberang Kali Pesanggrahan nan saat ini hanya mengandalkan getek.

"Untuk itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan rencananya bakal melakukan pembangunan prasarana berupa jembatan penyeberangan orang (JPO) oleh Suku Dinas Bina Marga Jakarta selatan," kata Syafrin dalam keterangannya, Minggu (30/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan dibangunnya JPO untuk menghubungkan Kelurahan Ulujami dan Kelurahan Kebayoran Lama Utara dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penduduk jika mau menyeberang kali. Selanjutnya, untuk mengantisipasi banjir di area itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan bakal membersihkan dan mengeruk Kali Pesanggrahan untuk meminimalkan potensi genangan air.

Warga Minta Dibangun di Lokasi Berbeda dengan Getek

Sejumlah penduduk menyebut pembangunan JPO tersebut tidak menjadi masalah. Namun, penduduk meminta dibangun di letak nan berbeda dari letak getek.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis (3/9), getek itu tampak beraksi seperti biasa. Lokasinya tepat di seberang MTsN 13 Jakarta.

Beberapa anak-anak dan penduduk tampak menuruni tangga di samping kali untuk menggunakan getek tersebut. Di antara mereka ada nan memberikan uang, ada juga nan sekadar berterima kasih sembari lalu.

Seorang operator getek, Tatang (27), mengatakan sebelumnya Syafrin sempat mengecek langsung getek dan letak itu. Katanya, kunjungan itu untuk meninjau pembangunan JPO di area tersebut.

"Kalau bisa bikinnya jangan di sini dulu, Bang. Di atas alias di mana. Soalnya jika langsung bikin di sini kan pasti ini berakhir dulu (geteknya). Warga mau aktivitas lewat mana? Kasihan. Tapi jika bikinnya di atas alias di bawah, kan ini tetap bisa jalan. Jembatan jadi, ini selesai, juga sudah ada akses jembatan," kata Tatang saat ditemui di lokasi.

Tatang mengaku cemas jika pembangunan JPO itu membikin operasional geteknya dihentikan. Namun, Tatang legawa tak narik getek jika Pemkot menjamin dirinya mendapat pekerjaan baru setelah itu.

"Harapannya jika ada sih dipekerjakan alias tukar rugi, lantaran ini juga kan usaha. Apalagi ini juga baru, baru bikin, kan lenyap modal banyak lagi. Itu bekas-bekas perahu nan kemarin kan sudah dibongkarin buat persediaan jembatan jika ada kerusakan," ungkap dia.

Tatang juga menyebut penduduk sekitar tak keberatan getek tetap beroperasi. Tapi dia mengaku siap mengikuti patokan jika geteknya tak boleh lanjut.

"Enggak, dilarang sama warganya. Katanya, 'Sudah, jalan saja terus.' Ya, jika kami mah ikutin alurnya saja, disuruh berakhir ya berhenti, lanjut ya lanjut. Tapi jika dibilang maunya, ya maunya sih lanjut," katanya.

Warga Sebut Getek Bantu Mobilitas

Sementara itu, seorang warga, Nining, menjemput anaknya pulang dengan menggunakan getek tersebut. Ia mengatakan getek tersebut membantu mobilitas penduduk sehingga dia mengaku tak mau operasional getek itu dihentikan.

"Soalnya (getek) buat akses motong jalan. Kalau ke situ kejauhan. Kalau saya dari sini ke situ cepat, nggak usah muter jauh," kata Nining.

Meski begitu, Nining setuju saja dengan pembangunan JPO di untuk menghubungkan Ulu Jami dan Kebayoran Lama Utara. Tapi dia juga mau operasional getek tidak dihentikan.

"Kalau JPO setuju aja. Tapi (operasional getek) berakhir mah jangan deh. Enak kayak gini, sudah dari dulu kayak gini," sambung Nining.

Warga lainnya, Mama Zahra, mengatakan getek di letak jadi andalannya untuk menjemput sang buah hati. Menurutnya, kudu ada solusi lain untuk getek jika kelak dibangun JPO di area itu.

"Tiap hari banget. Tiap hari kita pakai, Bang. Kalau jalannya muter kita pusing. Kalau ada JPO mungkin kudu ada solusi buat ini (getek) ya," kata Mama Zahra.

(amw/fas)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News