Nasaruddin Umar Ungkap Kondisi Ekonomi Indonesia, Minta Umat Bersyukur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar membujuk umat Islam senantiasa mendoakan keselamatan bangsa dan negara, terutama di tengah situasi dunia nan penuh ketidakpastian.

Ajakan itu disampaikan Nasaruddin saat menghadiri aktivitas Zikir Kebangsaan Jam'iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu.

“Untuk senantiasa dan selalu melakukan angan keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun nan kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan angan berjamaah untuk keselamatan bangsa kita,” ujar Nasaruddin.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga membujuk jamaah mensyukuri kondisi Indonesia nan dinilai tetap bisa memperkuat di tengah tekanan ekonomi global.

Dia menyebut inflasi Indonesia berada pada kisaran 1-2 persen, sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 persen. Nasaruddin kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah negara Muslim lainnya nan pertumbuhan ekonominya berada di bawah Indonesia.

Menurut dia, capaian tersebut patut disyukuri sekaligus dijaga melalui persatuan dan ikhtiar bersama.

“Ini data-data internasional, tidak bisa dibantah. Banyak lagi prestasi nan dicapai oleh bangsa kita nan wajib hukumnya untuk kita syukuri,” katanya.

Nasaruddin mengingatkan agar rasa syukur tidak berakhir pada ucapan. Menurut dia, rasa syukur kudu diwujudkan melalui upaya memberikan faedah bagi sesama.

Semangat tersebut, kata Nasaruddin, juga menjadi dasar pengembangan beragam jasa sosial di Masjid Istiqlal agar keberadaan masjid dapat dirasakan manfaatnya secara lebih luas oleh masyarakat.

Karena itu, dia mendorong Masjid Istiqlal menjadi model masjid nan tidak hanya berfaedah sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan dan pelayanan masyarakat.

Nasaruddin mengatakan Istiqlal terus mengembangkan beragam akomodasi dan program nan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Program tersebut antara lain penyediaan makan siang bagi jamaah, penginapan, kursus bahasa asing, jasa kesehatan, konsultasi keagamaan dan keluarga, hingga training keahlian ekonomi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita