Nasabah Mekaar Studi Banding Gratis, PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Nasabah Mekaar Studi Banding Gratis, PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro

PNM Buka Jalan Inovasi Usaha Ultra Mikro. (Foto: dok PNM)

JAKARTA – Bagi banyak upaya ultra mikro, keterbatasan bukan hanya soal modal, tetapi juga akses terhadap pengetahuan dan inspirasi untuk mengembangkan usaha. Di sinilah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) alias PNM menghadirkan perubahan. Melalui pendekatan pemberdayaan nan berkelanjutan, PNM membantu pengguna nan tergabung dalam program Mekaar membuka langkah pandang baru dalam memandang potensi upaya nan mereka miliki.

Berangkat dari kepercayaan bahwa peningkatan kapabilitas upaya merupakan fondasi lahirnya kesejahteraan, PNM membujuk para Ketua Kelompok pengguna PNM Mekaar mengikuti Reward Studi Banding.

Di sana, para peserta mempelajari gimana komoditas sederhana menjadi beragam produk berbobot tambah. Misalnya, studi banding di Solo nan mengajarkan langkah mengolah singkong menjadi slondok hingga gemblong. Pengalaman belajar secara langsung tersebut membuka ruang bagi lahirnya ide-ide baru nan dapat diterapkan di upaya masing-masing.

Program ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan tidak berakhir pada penyaluran pembiayaan. PNM menciptakan perubahan dengan memperluas wawasan para pengusaha wanita ultra mikro agar bisa memandang kesempatan dari lingkungan sekitarnya, meningkatkan kualitas produk, hingga memperkuat daya saing usaha. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong tumbuhnya kepercayaan diri untuk terus berkembang dan menciptakan nilai ekonomi nan lebih besar bagi family mereka.

Direktur Utama PNM mengatakan bahwa pengalaman belajar langsung menjadi salah satu langkah paling efektif dalam membangun kapabilitas upaya nan dibangun dari dapur rumah tangga.

"Di bawah naungan Danantara, PNM terus memperkuat pelayanan nan tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga menghadirkan kesempatan belajar dari praktik terbaik. Kami mau setiap pengalaman nan diperoleh para pengguna bisa diterjemahkan dan diajarkan kembali ke personil kelompoknya menjadi penemuan upaya nan berakibat pada peningkatan pendapatan dan ketahanan ekonomi keluarga," ujarnya.

Dampak tersebut mulai dirasakan para peserta, salah satunya, Dyah Wulandari. Dia mengaku sekarang mempunyai lebih banyak buahpikiran untuk mengembangkan usahanya setelah memandang langsung proses pengolahan singkong menjadi produk dengan nilai jual nan lebih tinggi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com