NASA Siapkan Jaringan Komunikasi Mars, Ditargetkan Beroperasi 2030

Sedang Trending 55 menit yang lalu
NASA Siapkan Jaringan Komunikasi Mars, Ditargetkan Beroperasi 2030 Ilustrasi(Doc Space)

NASA mulai menyiapkan prasarana komunikasi untuk mendukung eksplorasi Mars di masa depan. 

Badan antariksa Amerika Serikat itu menunjuk perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, Blue Origin, untuk mengembangkan Mars Telecommunications Network (MTN), jaringan komunikasi nan dirancang untuk menghubungkan beragam misi di Planet Merah dengan Bumi.

NASA memberikan perjanjian dengan nilai maksimum sekitar 700 juta dolar AS kepada Blue Origin. 

Melalui proyek ini, perusahaan tersebut bakal merancang, mengembangkan, mengintegrasikan, meluncurkan, hingga mengoperasikan sistem komunikasi Mars. 

Wahana telekomunikasi nan menjadi bagian utama jaringan ditargetkan diserahkan kepada NASA paling lambat 31 Desember 2028, sementara MTN diharapkan mulai beraksi sekitar 2030.

Bukan Sekadar Internet di Mars

MTN dirancang sebagai sistem komunikasi berkapasitas tinggi sekaligus mendukung navigasi beragam misi NASA di Mars. 

Wahana nan mengorbit Mars nantinya dapat meneruskan info ilmiah, gambar, info navigasi, serta komunikasi krusial dari wahana nan berada di permukaan maupun sekitar planet tersebut.

Kebutuhan jaringan baru semakin besar lantaran aktivitas eksplorasi Mars terus berkembang. Saat ini, komunikasi rover seperti Curiosity dan Perseverance dibantu oleh pengorbit Mars Odyssey dan Mars Reconnaissance Orbiter. 

Kedua wahana tersebut sudah beraksi sejak 2001 dan 2005, sehingga NASA memerlukan prasarana komunikasi baru untuk mendukung misi nan lebih banyak di masa mendatang.

Ada Masalah nan Tidak Bisa Diatasi

Meski MTN bisa meningkatkan kapabilitas dan keandalan komunikasi, jaringan ini tidak bakal membikin komunikasi Mars-Bumi berjalan secara real-time.

Masalahnya bukan terletak pada kecepatan internet, melainkan jarak antar planet. Sinyal komunikasi di luar angkasa kudu menempuh jarak nan sangat jauh dan bergerak dengan kecepatan cahaya. 

Dilansir dari NASA, waktu nan dibutuhkan sinyal antara Bumi dan Mars dapat mencapai beberapa menit, tergantung posisi kedua planet.

Akibatnya, astronaut di Mars nantinya tidak bisa melakukan percakapan video langsung dengan orang di Bumi seperti menggunakan aplikasi panggilan video. 

Pesan nan dikirim kudu menunggu hingga sinyal mencapai tujuan, begitu pula dengan balasannya.

Teknologi Mengatasi Jeda, Bukan Menghilangkannya

Karena itu, jaringan komunikasi Mars kudu dirancang berbeda dari internet di Bumi. Sistem relay digunakan untuk menerima dan meneruskan info dari wahana di Mars menuju Bumi. 

Teknologi tersebut memungkinkan beragam misi tetap dapat berganti info meskipun komunikasi tidak berjalan secara instan.

Dengan MTN, NASA mau membangun fondasi komunikasi nan lebih kuat untuk eksplorasi Mars dalam jangka panjang. Namun, proyek ini tetap menghadapi batas alam nan tidak dapat ditembus teknologi.

Internet di Mars mungkin bisa dibuat semakin sigap dan andal, tetapi jarak komunikasi akibat jarak Bumi-Mars tetap tidak bisa dihapus.

Sumber: NASA, Space.com

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia