Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pentingnya profesionalisme dan netralitas bagi seluruh perangkat serta aparatur negara, terutama ketika masa pemilihan umum (pemilu) untuk menjaga kedaulatan rakyat.
Hal itu disampaikan AHY saat menyinggung kembali semangat reformasi nan menjadi akar kelahiran Partai Demokrat.
Menurutnya, salah satu amanah krusial reformasi adalah memastikan TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan seluruh aparatur negara berdiri di atas semua golongan serta tidak memihak dalam politik praktis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, dan seluruh aparatur negara kudu ahli dan netral, termasuk dalam setiap pemilu. Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua," ujar AHY dalam Pidato Politik Peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko PMK) itu pun mengingatkan bahwa sejarah reformasi tidak untuk diulang sebagai masa krisis, melainkan diambil pelajarannya agar kekuasaan tetap diawasi dan kedaulatan rakyat dihormati.
"Kita mengingat sejarah bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk mengambil pelajarannya bagi masa depan. Bahwa kekuasaan kudu diawasi. Hukum kudu bertindak adil. Korupsi kudu dilawan. Dan kedaulatan rakyat kudu dijaga dan dihormati," tegasnya.
Ia juga menambahkan akomodasi negara semestinya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat, dan setiap peserta pemilu berkuasa memperoleh perlakuan nan setara tanpa intervensi aparat.
"Setiap peserta pemilu kudu memperoleh perlakuan nan adil. Siapapun nan menang kudu menang lantaran mendapatkan kepercayaan rakyat, dan siapapun nan kalah kudu menghormati kehendak rakyat," tutur AHY.
(fln/pta)
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·