Nadiem: Saya Melawan Korupsi, Tapi Justru Dilawan Balik

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut kasus nan menjerat dirinya sebagai ironi terbesar dalam perjalanan kariernya di pemerintahan.

Dalam pleidoinya, Nadiem menegaskan selama menjabat dia justru berupaya memberantas praktik korupsi melalui digitalisasi tata kelola pendidikan.

Pernyataan itu disampaikan Nadiem saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) dalam sidang dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut Nadiem, beragam upaya digitalisasi nan dilakukan selama masa kepemimpinannya bermaksud menciptakan sistem nan lebih transparan dan akuntabel.

"Ironi terbesar dalam kasus ini adalah selama saya menjabat, saya terus berjuang melawan korupsi dengan mendigitalisasi seluruh tata kelola sistem pendidikan," kata Nadiem.

Namun, dia menilai transparansi nan dibangun justru mendapat perlawanan. Nadiem menyebut situasi nan dihadapinya sebagai tumbukan antara golongan nan mendorong perubahan dan golongan nan mau mempertahankan kondisi lama.

"Transparansi nan saya bangun itu rupanya dilawan balik. Seperti nan dikatakan seorang mantan dirjen saya dan budayawan, masa lampau sedang melawan masa depan," ujarnya.

Nadiem menggambarkan bentrok tersebut tidak hanya terjadi dalam kasus nan menimpanya, tetapi juga berjalan di beragam sektor kehidupan di Indonesia.

"Kelompok nan mau perubahan berantem dengan golongan nan mau menjaga status quo. Saya percaya bukan hanya saya nan merasakan gesekan ini. Di seluruh Indonesia, dalam setiap institusi, dalam setiap komunitas, gesekan ini terjadi," katanya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita