Nur Khabibi
, Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |19:56 WIB

Nadiem Minta Maaf Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi/Okezone
JAKARTA– Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim memberikan pernyataan emosional dalam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 13 April 2026. Nadiem melakukan introspeksi dan menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik dan tokoh-tokoh politik.
“Terima kasih teman-teman media. Saya hari ini mau bercerita sedikit. Saya sudah 7 bulan di penjara dan walaupun Alhamdulillah saya berterima kasih bahwa semua tuduhan tidak terbukti,”ujar Nadiem dikutip, Selasa (14/4/2026).
Nadiem juga menyoroti style kepemimpinannya nan mungkin dianggap terlalu mendobrak tanpa mempedulikan etika birokrasi nan ada.
"Saya mau mengakui ini, bahwa saya masuk mungkin tidak selalu menghormati budaya birokrasi. Saya bawa banyak sekali orang dari luar masuk ke dalam, para ahli muda nan mungkin menciptakan gesekan-gesekan," ujarnya.
Nadiem juga mengakui bahwa sifatnya nan terlalu konsentrasi pada profesionalisme kerja membuatnya luput dalam menjalankan kegunaan politik dan sosial.
"Saya mungkin kurang santun dalam langkah penyampaian saya. Saya kurang menghormati dan kurang sowan kepada tokoh-tokoh, baik masyarakat maupun politik. Saya salah tidak memahami bahwa sebagian dari tugas saya adalah kegunaan politik," ungkapnya.
Dia menyadari bahwa selama masa jabatannya, ada ucapan alias perilaku nan mungkin menyinggung beragam pihak. Dengan nada rendah hati, dia menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya.
"Untuk itu saya mau sekali minta maaf. Saya mau minta maaf sebesar-besarnya jika ada ucapan-ucapan alias perilaku saya pada saat menjadi Menteri nan tidak berkenan," tuturnya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·