Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan golongan pendidikan secara konsisten mengalami inflasi setiap Juli. Hal ini terjadi seiring dimulainya tahun aliran baru dan jatuh tempo pembayaran duit sekolah, mulai dari TK hingga SMA.
Amalia menyebut pada Juli 2026, golongan pendidikan secara nasional mengalami inflasi sebesar 0,55% secara bulanan (month-to-month/mtm). Inflasi tertinggi golongan pendidikan tercatat di Sulawesi Utara sebesar 4,85%.
“Di setiap bulan Juli setiap tahunnya ini pasti golongan pendidikan selalu mengalami inflasi, lantaran di bulan Juli ini jatuh tempo pembayaran duit sekolah dari mulai TK sampai dengan SMA,” kata Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, dikutip dari siaran YouTube Kemendagri, Senin (10/8).
Berdasarkan info BPS, pada periode 2021 hingga 2026, golongan pendidikan tercatat mengalami lonjakan inflasi pada Juli-Agustus. Inflasi golongan pendidikan tertinggi terjadi pada Agustus 2022 sebesar 1,85 persen dan Agustus 2021 sebesar 1,20 persen.
Amalia menjelaskan, inflasi golongan pendidikan pada Juli 2026 terutama didorong oleh kenaikan biaya pendidikan SD, TK, serta biaya pengarahan belajar dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen.
Selain itu, kenaikan nilai juga terjadi pada sejumlah golongan pendidikan lainnya, seperti biaya SMP, SMA, PAUD, kursus bahasa asing, hingga kursus matematika.
Inflasi biaya sekolah SD pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,17 persen, lebih rendah dibandingkan dengan Juli 2025 nan mencapai 1,65 persen.
Sementara itu, inflasi biaya pendidikan TK pada Juli 2026 tercatat sebesar 1,73 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada Juli 2025 sebesar 1,59 persen.
Sedangkan biaya pengarahan belajar mengalami inflasi sebesar 1,58 persen pada Juli 2026, lebih rendah dibandingkan Juli 2025 nan mencapai 1,91 persen.
“Andilnya (inflasi pendidikan) terhadap inflasi umum adalah kira-kira tadi sebesar 0,03 persen,” ujar Amalia.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·