Muktamar NU Akan Pilih 9 AHWA Lebih Dulu, Baru Tentukan Rais Aam dan Ketum

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Gedung PBNU. Foto: Zamachsyari/kumparan

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) bakal mempunyai tahapan pemilihan nan dimulai dari penentuan personil Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Sebanyak sembilan ustad sepuh bakal dipilih sebagai AHWA sebelum forum menentukan Rais Aam PBNU dan kemudian Ketua Umum PBNU.

Wasekjen PBNU KH Imron Rosyadi Hamid alias Gus Imron menjelaskan, sistem pemilihan Rais Aam melalui AHWA sebenarnya bukan patokan baru. Mekanisme tersebut telah diatur dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) NU dan telah diterapkan sejak Muktamar ke-33 di Jombang.

“Iya, iya. Kalau pilihan AHWA kan memang sudah diatur di anggaran rumah tangga nan lama. Itu jika pemilihan Rais Aam melalui AHWA sudah, sudah fix berasas patokan lama. nan berpotensi berubah itu kan pemilihan ketua umum oleh AHWA,” kata Gus Imron saat dihubungi, Senin (24/8).

Gus Imron menjelaskan sistem pemilihan sembilan ustad sepuh untuk AHWA. Menurutnya, masing-masing bagian dan wilayah bakal mengusulkan nama-nama ustadz nan dinilai layak masuk dalam AHWA.

“Jadi gini, jika AHWA itu, personil AHWA itu kan sembilan kiai-kiai sepuh itu. Itu kelak dipilih berasas usulan dari cabang-cabang dan wilayah. Iya kan? Mereka mengusulkan sembilan nama tapi kan pasti ada perbedaan dari susunan sembilan nama itu di antara bagian dan wilayah,” jelas Gus Imron.

“Mungkin ada dua tiga tokoh nan semuanya merata ada di seluruh usulan bagian wilayah, tapi ada tiga empat nama lain beda gitu. Nah itu ditabulasi nanti,” sambung dia.

Gus Imron kembali menjelaskan bahwa Rais Aam sekarang tidak dipilih lagi secara langsung oleh seluruh peserta Muktamar alias muktamirin. Rais Aam dipilih melalui musyawarah oleh sembilan personil AHWA nan telah ditetapkan sebelumnya.

Ia pun menyatakan, di Muktamar NU ke-35 nanti, bakal diputuskan pula apakah Ketua Umum dipilih oleh AHWA alias langsung oleh muktamirin.

“Ya jika pemilihan Rais Aam oleh AHWA itu kan sudah dimulai di Muktamar Jombang dulu. Muktamar NU waktu Jombang sebelum Lampung ya. Muktamar 33. Itu memang Rais Aam nan dulunya dipilih langsung, dipilih oleh AHWA. AHWA ini singkatan dari Ahlul Halli wal Aqdi gitu lho,” katanya.

“Jadi ini adalah para ulama-ulama sepuh nan kemudian memilih Rais Aam. Nah Rais Aam itu diambil dari salah satu AHWA nan ada gitu. Nanti mereka bermufakat menunjuk siapa nan jadi Rais Aam. Memilih di antara mereka sendiri berembuk berfaedah gitu. Nah setelah AHWA itu terpilih, Rais Aam sudah terpilih ya kan. Nah baru kan ke ketua umum, calon ketua umum,” sambung dia.

Adapun Muktamar ke-35 NU sendiri bakal digelar pada 27-31 Agustus 2026 mendatang di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan