MUI: Maraknya OTT Cerminan Kegagalan Pemberantasan Korupsi Beri Efek Jera!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

 Maraknya OTT Cerminan Kegagalan Pemberantasan Korupsi Beri Efek Jera!

Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis (foto: Okezone)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, maraknya operasi tangkap tangan (OTT) dan penangkapan pejabat dalam kasus dugaan korupsi mencerminkan kegagalan sistem pemberantasan korupsi dalam memberikan pengaruh jera. Menurut MUI, kondisi tersebut bukan merupakan parameter keberhasilan abdi negara penegak hukum.

"Penangkapan nan sekian banyak itu bukan keberhasilan pemberantasan korupsi, tapi menunjukkan kegagalan pemberantasan korupsi. Karena orang tidak takut dan orang tidak jera," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, Kamis (6/8/2026).

Cholil menilai tetap banyak pelaku korupsi nan mendapat balasan ringan sehingga tidak menimbulkan pengaruh jera. Padahal, menurutnya, prinsip utama sebuah balasan adalah sebagai langkah preventif agar masyarakat takut melakukan tindak kejahatan.

"Orang nan korupsi itu bukan lantaran miskin, tapi orang-orang nan sudah punya kecukupan, lantaran ketamakan," ujarnya.

Cholil juga menyinggung akibat korupsi nan tidak hanya merugikan finansial negara. Lebih dari itu, korupsi juga dapat menghalang kesejahteraan masyarakat, mematikan kreativitas, hingga memicu kemiskinan ekstrem.

Karena itu, dia menilai hukuman nan lebih tegas perlu diterapkan terhadap pelaku korupsi. Menurutnya, balasan meninggal dan perampasan aset dapat menjadi opsi untuk memberikan pengaruh jera.

"Tidak dikotomi bahwa balasan meninggal tanpa mengambil kekayaan. Kalau sudah mati, kekayaan milik negara dikembalikan ke negara. Jadi keturunannya tidak bisa menikmati hasil korupsi itu," jelasnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com