Binti Mufarida
, Jurnalis-Jum'at, 20 Maret 2026 |12:06 WIB

MUI Ajak Umat Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan Lebaran (Dok MUI)
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis, membujuk seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menyikapi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
1. Jaga Persatuan
KH Cholil menegaskan, sidang isbat merupakan forum musyawarah nan tidak hanya bermaksud menetapkan awal bulan, tetapi juga sebagai sarana menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Sidang ini menjadi ruang berbareng untuk bermusyawarah, sehingga keputusan nan diambil diharapkan bisa menjaga persatuan umat,” ujar Kiai Cholil dalam keterangannya, dikutip Jumat (20/3/2026).
Ia mengutip norma fikih hukmul pengadil ilzamun wa yarfa’ul khilaf, nan menegaskan keputusan pemerintah mempunyai kekuatan mengikat dan bisa mengakhiri perbedaan.
Dalam perihal ini, keputusan Kementerian Agama sebagai representasi ulil amri diharapkan menjadi pegangan berbareng umat Islam di Indonesia.
Nmaun, Kiai Cholil juga membujuk masyarakat untuk tetap menghormati perbedaan nan mungkin terjadi.
“Kita tetap menoleransi saudara-saudara kita nan mempunyai kepercayaan penentuan awal syawal nan berbeda. Namun, kebersamaan dan persatuan tetap kudu kita jaga,” katanya.
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal Syawal merupakan perihal wajar, tapi tidak boleh menjadi sumber perpecahan di tengah umat.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·